Ornamen Header
Kipina, TK Internasional Pertama yang Mengadopsi Pendidikan Finlandia
Kipina, TK Internasional Pertama yang Mengadopsi Pendidikan Finlandia
Sekolah TK internasional, Kipin Kids Nurseries & Preschools, di wilayah gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Foto/SINDOnews/Hasan Kurniawan
TANGERANG - Sekolah TK internasional untuk anak-anak usia dini, Kipinä Kids Nurseries & Preschools, akan dibuka di wilayah gading Serpong, Kabupaten Tangerang. Rencananya, sekolah TK internasional kelas menengah ini baru akan dibuka pada Juli 2021.

Uniknya, sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan Finlandia. Seperti diketahui, mulai dari kebudayaan, musim, dan kondisi alam Finlandia dengan Indonesia sangat berbeda. Lantas, kenapa Finlandia yang dipilih sebagai modal pembelajaran?

Pakar Pendidikan Indonesia yang juga Kepala Sekolah Kipinä Kids Nurseries & Preschools, Sudino Lim mengatakan, sistem pendidikan Finlandia sangat menarik dengan penekanan pedagogik cara mengajarnya yang dinilai dapat memaksimalkan kemampuan siswa dan masing-masing anak. (Baca juga: Pelajar Indonesia Raih 9 Medali di Kompetisi Astronomi-Astrofisika Dunia)

"Kita menyatukan konten lokal di Indonesia. Kita ambil konten Indonesia dan kita menggunakan pedagogi dari Finlandia. Sehingga capaian pengajarannya tetap sama," kata Lim, kepada SINDOnews, Rabu (28/10/2020).



Pendiri Yayasan Akademi Anak Indonesia (YAAI) ini juga menambahkan, Kipina berbeda dengan sekolah TK pada umumnya. Di mana, sesuai dengan sistem pendidikan di Finlandia yang diikutinya, anak-anak usia dini tidak boleh diajarkan membaca, menulis dan menghitung. (Baca juga: Kemendikbud Respons Cepat Tangani Pendidikan di Masa Pandemi)

"Tetapi karena SD di kita menghendaki anak kalau masuk, harus sudah bisa baca, hitung, dan nulis. Sementara di Finlandia tidak boleh mengajarkan baca, hitung, dan tulis pada anak usia dini. Maka, kita masukan konten itu di pendidikan anak usia 5 tahun," jelasnya.

Dengan banyaknya penyesuaian pada muatan lokal, diharapkan para siswa dapat mudah beradaptasi. Kepada para guru yang akan mengajar pun, mendapatkan pelatihan khusus di Finlandia. Nantinya, satu anak akan dipegang oleh satu orang guru.



"Guru akan mengajarkan anak satu-satu. Sehingga, guru bisa memastikan setiap anak diperhatikan dengan baik. Semua guru, nanti akan dibekali dengan tablet. Semua kurikulum kita sudah ada dalam tablet, dan bisa dimonitor kemajuan anak dari tablet," paparnya.

Yang menarik lainnya dari TK internasional ini adalah perhatiannya yang besar dengan kebersihan. Di mana seluruh area kampus akan disiapkan untuk mencapai standar kebersihan dan sterilisasi internasional, seperti penggunaan perabotan kayu alam, dan pemantauan suhu tubuh rutin.

Sementara itu, Managing Director Kipinä Kieran Galvin mengatakan, Kipinä Indonesia akan hadir di masyarakat dengan daya beli menengah. Sehingga dapat dijangkau oleh banyak lapisan masyarakat. Uang masuk Kipina sekira Rp15 juta dengan uang bulanan Rp2-3 juta.

"Walaupun kebanyakan sekolah internasional menargetkan pada WNA atau masyarakat ekonomi mapan, kami lebih memilih YAAI, karena mereka mempunyai komitmen untuk membawa perubahan. Baik pada sistem pendidikan di segmen yang lebih luas," pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!