Ornamen Header
Mendikbud Luncurkan Buku Praktik Baik KKN Tematik Covid-19
Mendikbud Luncurkan Buku Praktik Baik KKN Tematik Covid-19
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Sebanyak 5.600 mahasiswa menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Covid-19. Praktik baik yang dihasilkan ini kemudian dibukukan untuk menginspirasi masyarakat untuk terus berkontribusi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program KKN yang dijalankan para mahasiswa telah dicanangkan sejak tahun 1971. Program ini, ujarnya, adalah perwujduan kepedulian mahasiswa atas berbagai permasalahan pembangunan di desa maupun di perkotaan.

"KKN menguatkan empati, kesetiakawanan sosial dan sekaligus memberikan kemampuan untuk memahami dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan," katanya pada peluncuran Buku pembelajaran Praktik Baik Edukasi Masyarakat melalui KKN Tematik Covid-19 melalui streaming Youtube BNPB, Rabu (28/10). (Baca juga: Teliti Dampak Laptop saat WFH, Mahasiswa UI Raih Juara 2 Dunia di APRU)

Mantan petinggi Gojek ini menjelaskan, Kemendikbud telah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri dan juga berbagai pemangku kepentingan untuk menjalankan program kolaborasi nasional KKN Tematik Covid-19. Program ini, jelas Mendikbud, melibatkan 5.600 mahasiswa dari lebih 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.



Alumnus Harvard University ini menjelaskan, fokus utama dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi. Nadiem menerangkan, KKN Tematik Covid-19 ini juga sekaligus untuk mengaktualisasikan kebijakan Merdeka Belajar yang diusung Kemendikbud dibidang pendidikan tinggi. (Baca juga: Tim ITS Sukses Tempati Juara Umum III Satria Data 2020)

"Praktik baik implementasi KKN tematik tertuang dalam buku yang diluncurkan pada hari Sumpah Pemuda ini. Saya berharap buku ini dapat menginspirasi banyak orang. Khususnya generasi muda untuk terus memberikan kontribusi kongkrit kepada masyarakat," ujarnya.

Nadiem menuturkan, dia mengapresiasi inisiatif dan semangat perguruan tinggi untuk mewujudkan salah satu konsep Tridharma yakni pengabdian masyarakat. Dia mengatakan, kontribusi perguruan tinggi ditunjukkan dengan karya nyata dan bukan sekedar wacna untuk kepentingan bangsa dan negara.



"Saya juga bangga dengan kerelawanan mahasiswa. Kalian adalah contoh pemimpin dan generasi unggul harapan Bangsa. Anak muda adalah motor perubahan. Perubahan kearah yang lebih baik. Perubahan untuk kemajuan Indonesia. Selamat berjuang, mengabdi untuk Ibu Pertiwi, berbakti untuk negeri. Semoga Indonesia dapat segera bangkit dan pulih dari pandemi," katanya memberi semangat.

Disisi lain dia menuturkan pembelajaran jarak jauh masih diimplementasikan di perguruan tinggi guna mencegah penyebaran Covid-19. Disamping pembelajaran daring, mahasiswa dan dosen pun tetap aktif melakukan penelitian dan pengembangan untuk mengatasi Covid-19. Berbagai produk telah dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa.

Baik itu alat rapid test yang saat ini telah diproduksi massal, robot perawat yang sudah diimplementasikan di rumah sakit pendidikan hingga berbagai ventilator hasil pengembangan perguruan tinggi yang juga telah diproduksi. Selain itu juga sudah ada 15.000 mahasiswa yang terjun sebagai relawan untuk memitigasi pandemi melalui program Recon.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!