Ornamen Header
Prodi Peternakan UMM Ciptakan Jamu Herbal untuk Ternak, Siyuna
Prodi Peternakan UMM Ciptakan Jamu Herbal untuk Ternak, Siyuna
Prodi Peternakan UMM telah berhasil mengembangkan jamu herbal untuk ternak, Siyuna. Foto/Dok/Humas UMM
JAKARTA - Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah berhasil mengembangkan jamu herbal untuk ternak melalui perolehan Hibah Kementerian RISTEK/BRIN tahun 2020.

Kegiatan ini dikemas dalam unit usaha dan dikembangkan di lingkungan Technopark Prodi Peternakan UMM, dengan tujuan meningkatkan peran Laboratorium Peternakan sebagai sarana penting mendukung tercapainya visi, misi dan tujuan institusi. (Baca juga: 86 Mahasiswa UMM Ikuti Program Transfer Kredit di Asia University-Taiwan)

Program ini diketuai Adi Sutanto. Dengan latar belakang keilmuan bidang Agribisnis Peternakan. Program ini juga dikuatkan oleh tim ahli bidang Pakan Prof. Wahyu Widodo, bidang Kesehatan Ternak Imbang Dri Rahayu, bidang Pengembangan Sumber Daya Tri Sakti Handayani, dan Ahli Teknologi Pangan Apriliana Devi Anggraini.

Jamu ternak PPUPIK yang dikembangkan dengan merek SIYUNA merupakan produk jamu ternak yang saat ini diformulasikan khususnya untuk ternak ayam dan sedang dikembangkan pula untuk ternak non-unggas. Tim PPUPIK Prodi Peternakan UMM juga saat ini sedang membangun kerja sama dengan pelaku usaha dan kelompok peternak yang berorientasi pada pengembangan ternak berbasis herbal.



Produk jamu herbal Siyuna berbahan baku: jahe, kencur, kunyit, laos, le,puyang dan kunyit, yang ditujukan untuk peningkatan produktivitas (Siyuna Jaga Produktif), guna peningkatan nafsu makan (Siyuna Jaga Rakus) dan menjaga sehat (Siyuna Jaga Sehat). Produk jamu herbal tersebut saat ini sudah dikembangkan dan dapat dengan mudah didapatkan pada media online baik tokopedia maupun shopee. (Baca juga: Teliti Dampak Laptop saat WFH, Mahasiswa UI Raih Juara 2 Dunia di APRU)

“Melalui unit usaha jamu ini juga diharapkan bisa meningkatkan ketrampilan dan pengalaman kerja bagi mahasiswa jurusan Peternakan khususnya terkait dengan program PUP di jurusan Peternakan UMM, menumbuhkan budaya komersialisasi hasil penelitian dosen maupun mahasiswa di jurusan Peternakan UMM dan membangun kerja sama dengan pelaku usaha yang bergerak dalam pemasaran produk pangan organik,” ungkap ketua program Adi Sutanto melalui keterangan elektronik yang diterima SINDOnews, Rabu (28/10).

Program Unit Usaha Jamu herbal untuk ternak ini secara umum adalah terbentuknya unit usaha di Laboratorium Peternakan berbasis produk intelektual dosen, produk jamu ternak komersial yang terjual dan menghasilkan pendapatan bagi Laboratorium Peternakan, paten, wirausaha-wirausaha baru berbasis Ipteks sehingga diharapkan dapat memberi dampak berkembang dan meluasnya budaya kewirausahaan dan pemanfaatan hasil riset maupun pendidikan di Laboratorium Peternakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. (Baca juga: Tim ITS Sukses Tempati Juara Umum III Satria Data 2020)



“Selain itu, tujuan dari program unit usaha jamu herbal untuk ternak ini adalah updating ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi ini pendanaannya oleh Kemenristek/BRIN dan hasil program pengembangan usaha produk intelektual kampus (PPUPIK). selain dalam bentuk kinerja yang berbasis ekonomi, capaian akademik yang dihasilkan disebarluaskan dalam bentuk artikel ilmiah dalam Jurnal/Majalah Internasional,” pungkas Adi.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!