Jaring Peneliti Muda, Kemendikbud Gelar Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia
Selasa, 03 November 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Asep mengatakan, KOPSI merupakan turunan dari lomba tertua yang dilakukan Kemendikbud yakni lomba penelitian remaja yang sudah berlangsung hampir 20 tahun. Dia mengatakan, kompetisi untuk pengembangan prestasi yang paling senior dilakukan Kemendikbud inipun telah menghasilkan berbagai alumni yang berkontribusi untuk pembangunan.
"KOPSI 2020 usung tema pemanfaatan dan pengembangan mengoptimalkan sumber daya lokal. Tema ini mengharapkan agar anak-anak Indonesia tetap peduli dan empati terhadap lingkungan yang ada disekitarnya,"jelasnya.
Dia mengatakan, peserta didik yang mengikuti KOPSI ditantang untuk belajar memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga ke depan bisa berkontribusi untuk pengembangan daerahnya masing-masing. Selain itu juga bisa menjadi bagian dari agen-agen perubahan sosial kedepan.
Sekjen Kemendikbud Ainun Naim mengatakan, acara ini penting untuk membangun budaya dan antusiasme semangat dan motivasi dan minat dari generasi muda untuk berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kompetisi ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan juga upaya untuk membangun talenta nasional,"ujarnya.
Guru besar UGM ini pun berharap, meskipun dilakukan secara daring namun peserta didik bisa mengedepankan nilai dan etika kejujuran, akademik dan objektivitas dalam mengikuti kompetisi ini.Namun tidak hanya saat berkompetisi namun juga dalam proses pembelajaran dan saat meniti karir nantinya.
"KOPSI 2020 usung tema pemanfaatan dan pengembangan mengoptimalkan sumber daya lokal. Tema ini mengharapkan agar anak-anak Indonesia tetap peduli dan empati terhadap lingkungan yang ada disekitarnya,"jelasnya.
Dia mengatakan, peserta didik yang mengikuti KOPSI ditantang untuk belajar memiliki kemampuan berpikir kritis sehingga ke depan bisa berkontribusi untuk pengembangan daerahnya masing-masing. Selain itu juga bisa menjadi bagian dari agen-agen perubahan sosial kedepan.
Sekjen Kemendikbud Ainun Naim mengatakan, acara ini penting untuk membangun budaya dan antusiasme semangat dan motivasi dan minat dari generasi muda untuk berkontribusi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. "Kompetisi ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan juga upaya untuk membangun talenta nasional,"ujarnya.
Guru besar UGM ini pun berharap, meskipun dilakukan secara daring namun peserta didik bisa mengedepankan nilai dan etika kejujuran, akademik dan objektivitas dalam mengikuti kompetisi ini.Namun tidak hanya saat berkompetisi namun juga dalam proses pembelajaran dan saat meniti karir nantinya.
(mpw)
Lihat Juga :