Kembangkan Sampah Jadi Energi Terbarukan, UP Jadi Kampus Mandiri Listrik
Rabu, 04 November 2020 - 07:16 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya bercita-cita menjadikan UP sebagai green campus dan mandiri listrik. Dengan pemanfaatan teknologi yang sedang dikembangkan saat ini, Budhi optimis caita-cita tersebut terwujud dalam waktu tiga tahun ke depan. “Targetnya lima tahun. Dan ini adalah tahun kedua, sehingga diharapkan tiga tahun lagi bisa mandiri listrik menuju green kampus,” harap Budhi.
Ditempat yang sama, Rektor UP Wahono Sumaryono mengatakan, teknologi yang dikembangkan periset ditampilkan di Edu Techno Park. Diharapkan taman ini menjadi etalase produk teknologi FTUP yang dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama untuk memperkenalkan program kampus hijau atau Green Campus yang berorientasi pada SDG’s. “Ada 6 chapterSDG’s yang diakomodir, yaitu : Chapter 4 tentang Pendidikan yang Cerdas, Chapter 6 tentang air bersih, Chapter 7 tentang Energi Baru Terbarukan, Chapter 9, 11 dan 12,” katanya.
FTUP secara berkelanjutan mengembangkan berbagai upaya-upaya untuk mencerdaskan masyarakat melalui edukasi langsung. Taman yang disediakan adalah taman edukasi dimana di taman tersebut menampilkan hasil-hasil penelitian internal FTUP dalam bidang teknologi energi baru terbarukan. (Baca juga: Bermodal Kulit Mangga, Mahasiswa ITS Raih Emas di Korsel )
Pembangunan Edu Techno Park dilaksanakan secara swakelola di bawah arahan Dekan FTUP dan dikoordinasikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum dengan dukungan tim Pustek dan bagian imum FT dalam kurun waktu dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2020.
“Pembangunan ini juga melibatkan seluruh bidang keahlian yang ada di seluruh program studi di FTUP, yaitu Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Informatika serta Teknik Elektro. Sedangkan peralatan teknologi Edu Techno Park didukung oleh Pusat Kajian Energi Baru Terbarukan, Pusat Kajian Instrumentasi Alat Kesehatan dan Pusat Kajian Transportasi.
Ditempat yang sama, Rektor UP Wahono Sumaryono mengatakan, teknologi yang dikembangkan periset ditampilkan di Edu Techno Park. Diharapkan taman ini menjadi etalase produk teknologi FTUP yang dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama untuk memperkenalkan program kampus hijau atau Green Campus yang berorientasi pada SDG’s. “Ada 6 chapterSDG’s yang diakomodir, yaitu : Chapter 4 tentang Pendidikan yang Cerdas, Chapter 6 tentang air bersih, Chapter 7 tentang Energi Baru Terbarukan, Chapter 9, 11 dan 12,” katanya.
FTUP secara berkelanjutan mengembangkan berbagai upaya-upaya untuk mencerdaskan masyarakat melalui edukasi langsung. Taman yang disediakan adalah taman edukasi dimana di taman tersebut menampilkan hasil-hasil penelitian internal FTUP dalam bidang teknologi energi baru terbarukan. (Baca juga: Bermodal Kulit Mangga, Mahasiswa ITS Raih Emas di Korsel )
Pembangunan Edu Techno Park dilaksanakan secara swakelola di bawah arahan Dekan FTUP dan dikoordinasikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum dengan dukungan tim Pustek dan bagian imum FT dalam kurun waktu dari bulan Februari sampai dengan Agustus 2020.
“Pembangunan ini juga melibatkan seluruh bidang keahlian yang ada di seluruh program studi di FTUP, yaitu Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Informatika serta Teknik Elektro. Sedangkan peralatan teknologi Edu Techno Park didukung oleh Pusat Kajian Energi Baru Terbarukan, Pusat Kajian Instrumentasi Alat Kesehatan dan Pusat Kajian Transportasi.
(mpw)
Lihat Juga :