Rancang Strategi Pelayaran, ITS Raih Juara II Ajang Databooks Competition 2020

Rabu, 04 November 2020 - 11:59 WIB
loading...
Rancang Strategi Pelayaran,...
Mahasiswa ITS, Wahyu Nur Hidayatun Nisa, berhasil raih juara II di ajang Databooks Competition 2020. Foto/Dok/Humas ITS
A A A
JAKARTA - Kondisi sektor pertambangan batubara di Indonesia pada masa pandemi ini menjadi perhatian tersendiri bagi Wahyu Nur Hidayatun Nisa, mahasiswa ITS . Melalui artikel yang berjudul Pelayaran Batubara Indonesia Bangkit dari Belenggu Pandemi, ia menyoroti fakta terkini hingga cara kebangkitan sektor tersebut khususnya pada bidang pelayaran batubara.

Gadis kelahiran 1998 ini menjelaskan, sektor batubara kini sedang dalam kondisi kelebihan pasokan, di mana jumlah pasokan tetap tapi jumlah permintaan menurun drastis. “Hal ini membuat banyak kapal yang menganggur dan digunakan untuk penyimpanan saja,” katanya melalui siaran pers, Selasa (3/11). (Baca juga: FMIPA UI Kembangkan MikoGrow, Digitalisasi Sistem Pantau Budidaya Jamur Tiram )

Lanjut Wahyu, saat ini harga batubara yang merupakan salah satu komoditas utama nonmigas Indonesia ini terus menurun setiap bulannya. Kendati demikian, adanya biaya tetap dan biaya variabel dalam dunia pelayaran, konstan memerlukan pemenuhan baik kapal dalam kondisi beroperasi atau tidak. Biaya tetap ini terdiri dari capital cost atau modal dan operating cost seperti gaji anak buah kapal, administrasi, maintenance, dan asuransi.

Menyikapi hal tersebut, menurut mahasiswi asal Blitar ini, kini Indonesia perlu menerapkan strategi anyar nan jitu untuk menutupi kebutuhan wajib tersebut. Ia menggagas baik strategi jangka pendek maupun strategi jangka panjang. Strategi jangka pendek antara lain Strategi Integrasi yang meliputi strategi horizontal maupun vertikal.

Mahasiswa Departemen Teknik Transportasi Laut ITS ini menerangkan bahwa dalam strategi jangka pendek tersebut, perlu untuk mengoptimalkan beberapa hal. Di antaranya yakni opportunity voyage, bekerja sama dengan perbankan, negosiasi kontrak bagi charterer, menggandeng pemerintah, hingga mengefisiensikan perawatan kapal. (Baca juga: UGM-BATAN Kembangkan Rumput Gama Umami yang Super Unggul, Ini Hasilnya )

Kemudian untuk strategi jangka panjang, Wahyu memaparkan sebanyak tiga poin utama. Diawali dengan membuka pasar baru, melakukan efektivitas penggunaan armada, hingga mengganti terms pembiayaan dari Free on Board (FOB) menjadi Cost, Insurance & Freight (CIF). “Dengan CIF, tidak hanya penyerahan barang di atas kapal, namun ongkos angkut dan premi asuransi sudah dibayar sampai ke pelabuhan tujuan,” tuturnya.

Dengan perubahan menjadi CIF, Wahyu menganalisis bahwa total biaya akan menjadi lebih sedikit dibanding dengan FOB. Meski begitu, tetap diperlukannya strategi lain yakni membidik pasar untuk komoditas yang dapat dibawa oleh kapal sebagai muatan balik ke Indonesia agar penurunan biaya dapat lebih maksimal. “Semua strategi jangka panjang ini dapat dilakukan oleh pelaku usaha yang dapat digunakan untuk mendongkrak lagi pendapatannya pascapandemi,” ungkapnya.

Melalui artikel yang telah mengantarkan Wahyu menjadi juara II dalam ajang Databooks Competition 2020 pada 25 September lalu ini, ia berharap dapat mengedukasi masyarakat akan besarnya potensi batubara sebagai kunci utama listrik di Indonesia maupun dunia. (Baca juga: Anggaran Kemendikbud untuk Perguruan Tinggi akan Naik 70% Tahun Depan )

Pun menjadi pertimbangan pihak-pihak terkait untuk bersama-sama bangkit dari belenggu pandemi ini. “Target dari artikel ini adalah para pengambil kebijakan yakni pemerintah, perbankan, dan terutama industri pelayaran batubara,” tandasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KIP Kuliah Jalur Seleksi...
KIP Kuliah Jalur Seleksi Mandiri PTN dan PTS 2026 Resmi Dibuka, Daftar di Link Ini
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
PTN Favorit dengan Pendaftar...
PTN Favorit dengan Pendaftar UTBK SNBT Terbanyak 3 Tahun Terakhir
Perjuangan Teuku Feroz...
Perjuangan Teuku Feroz Bantu Anak Aceh Tembus Kampus Top Nasional
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan ITSafe, Peta Digital Area Rawan Pelecehan dan Catcalling
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Apa Saja Rahasia Pasar...
Apa Saja Rahasia Pasar Kripto APAC yang Kini Nilai Transaksinya Meroket ke Rp41.536 Triliun?
LIXIL Kembali Gelar...
LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Libatkan Juri Lintas Negara
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Berita Terkini
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
PMB Madrasah Jakarta...
PMB Madrasah Jakarta Jalur Tahfiz 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Kamboja Targetkan Kerja...
Kamboja Targetkan Kerja Sama Pendidikan Tinggi dengan Indonesia, Fokus Double Degree
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved