Kompetensi Bahasa Inggris Dosen-Mahasiswa di 10 Destinasi Wisata akan Ditingkatkan
Senin, 09 November 2020 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ujar Paristiyanti, mengapa kompetensi bahasa Inggris ini penting sebab Indonesia mempunyai cita-cita dan sudah diprediksi oleh McKinsey Global Institute bahwa tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia. Menurutnya, cita-cita dan prediksi tersebut tidak akan bisa dicapai jika masyarakat tidak pandai mengkomunikasikan dan mengkolaborasikan kehebatan Indonesia kepada dunia melalui bahasa Inggris.
"Jadi jembatan yang paling baik untuk melakukan komunikasi dengan dunia adalah kompetensi bahasa Inggris," ungkap Paristiyanti.
Paristiyanti menuturkan, pendidikan tinggi adalah ujung tombak transformasi ekonomi. Oleh sebab itu Mendikbud mendorong adanya empat kebijakan perguruan tinggi. Yakni meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), meningkatkan relevansi perguruan tinggi atau dalam hal ini kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan idustri dan dunia kerja, ketiga meningkatkan kualitas sumber daya dan keempat meningkatkan tata kelola di Ditjen Dikti.
Sementara Direktur IIEF Diana Jahja menyambut baik rencana Kemendikbud yang ingin menghasilkan SDM kompeten dibidangnya. Kemudian juga yang lebih penting lagi adalah rencana yang penuh tantangan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi mesin kebangkitan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.
"Pemetaan kompetensi bahasa Inggris ini penting. Karena ujian Toefl adalah ujian yang menggunakan standar internasional. Penting karena pemetaan ini diharapkan bisa memberi informasi akurat dan bisa dirumuskan dan sebagai cara dari rencana intervensi," katanya.
"Jadi jembatan yang paling baik untuk melakukan komunikasi dengan dunia adalah kompetensi bahasa Inggris," ungkap Paristiyanti.
Paristiyanti menuturkan, pendidikan tinggi adalah ujung tombak transformasi ekonomi. Oleh sebab itu Mendikbud mendorong adanya empat kebijakan perguruan tinggi. Yakni meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK), meningkatkan relevansi perguruan tinggi atau dalam hal ini kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan idustri dan dunia kerja, ketiga meningkatkan kualitas sumber daya dan keempat meningkatkan tata kelola di Ditjen Dikti.
Sementara Direktur IIEF Diana Jahja menyambut baik rencana Kemendikbud yang ingin menghasilkan SDM kompeten dibidangnya. Kemudian juga yang lebih penting lagi adalah rencana yang penuh tantangan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi mesin kebangkitan ekonomi pasca Pandemi Covid-19.
"Pemetaan kompetensi bahasa Inggris ini penting. Karena ujian Toefl adalah ujian yang menggunakan standar internasional. Penting karena pemetaan ini diharapkan bisa memberi informasi akurat dan bisa dirumuskan dan sebagai cara dari rencana intervensi," katanya.
(mpw)
Lihat Juga :