Siswa di Blitar Kembali Belajar Tatap Muka, Wali Murid: Tidak Efektif
Jum'at, 13 November 2020 - 23:06 WIB
loading...
Sejumlah murid mengikuti proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
BLITAR - Pengembalian sistem belajar mengajar tatap muka di lingkungan sekolah Kota Blitar, dinilai tidak efektif jika pandemi COVID-19 masih terjadi. Termasuk menerapkan sistem siswa masuk bergantian di sekolah, juga dianggap tidak maksimal.
Hartono, salah seorang wali murid di Kota Blitar mengatakan, sekolah sebaiknya tetap melaksanakan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan), jika memang pandemi COVID-19 belum berlalu. "Selama masih ada pandemi, tidak efektif," tutur Hartono kepada SINDOnews, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: PGRI: Digitalisasi Pendidikan akan Sia-sia tanpa Pembenahan Infrastruktur )
Pada November ini, Pemerintah Kota Blitar telah mewacanakan pemberlakuan kembali sekolah tatap muka. Dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, siswa akan kembali belajar di dalam ruang kelas. Karena alasan physical distancing, siswa diatur masuk bergiliran.
Pembelajaran tatap muka, kata Hartono memang diakui lebih baik dibanding sistem daring. Namun, dengan waktu belajar di sekolah yang pendek, yakni hanya beberapa jam, kata dia, justru membuka peluang siswa bermain di luar. Sementara pandemi COVID-19 masih terjadi.
"Para siswa tidak langsung pulang. Lebih dulu bermain di luar sekolah. Itu yang dikhawatirkan. Karena membuka peluang terjadinya klaster baru," terang Hartono yang juga sebagai Ketua Ansor NU Kota Blitar. Jumlah lembaga sekolah mulai SD-SMA di Kota Blitar sebanyak 128 lembaga. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Mengakselerasi Transformasi Digital di Dunia Pendidikan )
Hartono, salah seorang wali murid di Kota Blitar mengatakan, sekolah sebaiknya tetap melaksanakan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan), jika memang pandemi COVID-19 belum berlalu. "Selama masih ada pandemi, tidak efektif," tutur Hartono kepada SINDOnews, Jumat (13/11/2020). (Baca juga: PGRI: Digitalisasi Pendidikan akan Sia-sia tanpa Pembenahan Infrastruktur )
Pada November ini, Pemerintah Kota Blitar telah mewacanakan pemberlakuan kembali sekolah tatap muka. Dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19, siswa akan kembali belajar di dalam ruang kelas. Karena alasan physical distancing, siswa diatur masuk bergiliran.
Pembelajaran tatap muka, kata Hartono memang diakui lebih baik dibanding sistem daring. Namun, dengan waktu belajar di sekolah yang pendek, yakni hanya beberapa jam, kata dia, justru membuka peluang siswa bermain di luar. Sementara pandemi COVID-19 masih terjadi.
"Para siswa tidak langsung pulang. Lebih dulu bermain di luar sekolah. Itu yang dikhawatirkan. Karena membuka peluang terjadinya klaster baru," terang Hartono yang juga sebagai Ketua Ansor NU Kota Blitar. Jumlah lembaga sekolah mulai SD-SMA di Kota Blitar sebanyak 128 lembaga. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Mengakselerasi Transformasi Digital di Dunia Pendidikan )
Lihat Juga :