Kemendikbud Danai Program 'Belajar di Luar Kampus' Rp350 Miliar
Minggu, 15 November 2020 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Atase Pendidikan di KBRI Manila ini menuturkan, anggaran ini akan segera dibagikan ke perguruan tinggi. Prosesnya dimulai pada Desember untuk dilakukan seleksi proposal dari perguruan tinggi. Lalu pada Januari akan dimulai pemilihan sehingga pada semester baru pada Februari nanti mahasiswa sudah bisa menjalankan pengalaman diluar kampus tersebut. Dia menuturkan, pengalaman di luar kampus ini juga untuk melakukan relevansi antara perguruan tinggi dengan dunia kerja. (Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Merdeka Vokasi untuk Perbesar Serapan Lulusan ke DUDI )
Paristiyanti menuturkan, kegiatan di luar kampus yang bisa dipilih mahasiswa itu bisa juga dengan magang. Bahkan mahasiswa pun nanti bisa memilih magang selama tiga semester yang sebelumnya tidak boleh mengambil magang dalam jangka waktu lama seperti itu. Atau juga bisa dengan memilih project individu dengan menjadi relawan Covid-19.
Selain itu, katanya, mahasiswa juga bisa memilih project di desa misalkan dengan melakukan pendampingan ke badan usaha milik desa (Bumdes)."Membuat perencanaan Bumdes, melakukan pelaksanaan literasi keuangan, literasi manajemen semuanya bisa di SKSkan," ujarnya.
Dia menerangkan, Rp350 miiar anggaran untuk mahasiswa di luar kampus itu akan diberikan kepada proposal perguruan tinggi terbaik yang diseleksi di Direktorat Pembelajaran Ditjen Dikti. Uangnya nanti, katanya, akan langsung diberikan kepada mahasiswa yang akan melakukan kegiatan.
Menurutnya, skema pemberiannya sama dengan beasiswa Bidikmisi. Sehingga meski perguruan tinggi yang mengajukan namun uangnya akan langsung masuk ke rekening mahasiswa.
Paristiyanti menuturkan, kegiatan di luar kampus yang bisa dipilih mahasiswa itu bisa juga dengan magang. Bahkan mahasiswa pun nanti bisa memilih magang selama tiga semester yang sebelumnya tidak boleh mengambil magang dalam jangka waktu lama seperti itu. Atau juga bisa dengan memilih project individu dengan menjadi relawan Covid-19.
Selain itu, katanya, mahasiswa juga bisa memilih project di desa misalkan dengan melakukan pendampingan ke badan usaha milik desa (Bumdes)."Membuat perencanaan Bumdes, melakukan pelaksanaan literasi keuangan, literasi manajemen semuanya bisa di SKSkan," ujarnya.
Dia menerangkan, Rp350 miiar anggaran untuk mahasiswa di luar kampus itu akan diberikan kepada proposal perguruan tinggi terbaik yang diseleksi di Direktorat Pembelajaran Ditjen Dikti. Uangnya nanti, katanya, akan langsung diberikan kepada mahasiswa yang akan melakukan kegiatan.
Menurutnya, skema pemberiannya sama dengan beasiswa Bidikmisi. Sehingga meski perguruan tinggi yang mengajukan namun uangnya akan langsung masuk ke rekening mahasiswa.
(mpw)
Lihat Juga :