Kukuhkan Profesor Ke-16, Ini Pesan Rektor Uhamka untuk Para Dosen Muda
Selasa, 17 November 2020 - 16:40 WIB
loading...
A
A
A
“Untuk menjadi profesor tidaklah mudah untuk kita raih, tetapi juga tidak akan sulit untuk kita capai kalau kita berusaha maksimal secara sungguh-sungguh dan kerja keras semua impian dan harapan pasti bisa di dapatkan. Prof. Hj. Prima Gusti Yanti, yang hari ini dikukuhkan sebagai profesor ke-16 di Uhamka dan ke-131 di Muhammdiyah, menjadi motivasi bagi para dosen muda yang akan meraih profesor," kata Gunawan Suryoputro dalam keterangan elektronik yang diterima SINDOnews, Selasa (17/11/2020).
Prima Gusti Yanti dalam orasi ilmiahnya mengaku merasa bersyukur atas pencapaiannya sebagai peofesor. “Alahmadulillah wa Syukurillah. Berkat rahmat dan hidayah-Nya saya meraih gelar guru besar. Hal ini merupakan yang diimpikan oleh para dosen walaupun membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang berat. Terimaksih ya Allah atas semua nikmat, kuasa, dan dan ridha yang telah Engkau limpahkan,” terang Prima.
Dalam orasi ilmiahnya yang mengangkat judul Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sastra Yang Bermakna, Prima menekankan pentingnya menjadikan pengajaran sastra sebagai sarana pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, tujuan utama dari pembelajaran sastra ini ialah guna mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam sastra, yaitu pengenalan, pemahaman, dan pengkhayatan yang tepat terhadap nilai-nilai yang terkandung didalam sastra itu sendiri. (Baca juga: Bisa Diakses Daring dan Luring, ITS Bangun 53 Smart Classroom )
Prima juga juga mengatakan bahwa pengajaran sastra tak hanya untuk menambah pengetahuan siswa tentang nilai-nilai luhur yang terdapat dalam sastra, melainkan juga turut membantu para siswa agar dapat menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sebuah sastra.
Dia juga mengutarakan harapannya agar para siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam sastra dalam kehidupan para siswa, dan dapat pula menjadi rambu pembatas dalam bertingkah laku pada masa mendatang.
Prima Gusti Yanti dalam orasi ilmiahnya mengaku merasa bersyukur atas pencapaiannya sebagai peofesor. “Alahmadulillah wa Syukurillah. Berkat rahmat dan hidayah-Nya saya meraih gelar guru besar. Hal ini merupakan yang diimpikan oleh para dosen walaupun membutuhkan kerja keras dan perjuangan yang berat. Terimaksih ya Allah atas semua nikmat, kuasa, dan dan ridha yang telah Engkau limpahkan,” terang Prima.
Dalam orasi ilmiahnya yang mengangkat judul Pengembangan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sastra Yang Bermakna, Prima menekankan pentingnya menjadikan pengajaran sastra sebagai sarana pembentukan karakter bangsa. Menurutnya, tujuan utama dari pembelajaran sastra ini ialah guna mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam sastra, yaitu pengenalan, pemahaman, dan pengkhayatan yang tepat terhadap nilai-nilai yang terkandung didalam sastra itu sendiri. (Baca juga: Bisa Diakses Daring dan Luring, ITS Bangun 53 Smart Classroom )
Prima juga juga mengatakan bahwa pengajaran sastra tak hanya untuk menambah pengetahuan siswa tentang nilai-nilai luhur yang terdapat dalam sastra, melainkan juga turut membantu para siswa agar dapat menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sebuah sastra.
Dia juga mengutarakan harapannya agar para siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam sastra dalam kehidupan para siswa, dan dapat pula menjadi rambu pembatas dalam bertingkah laku pada masa mendatang.
(mpw)
Lihat Juga :