Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen
Kamis, 19 November 2020 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
"Ciri-ciri karya yang baik memiliki state of the art, research gap, novelty, conflict of interest, dan fabrication, filsafication, plagiarism, authorship, multiple submission. Oleh karena itu publikasi yang berkualitas harus dilihat dari dua sisi yaitu jurnalnya berkualitas dan tulisannya berkualitas. Dua panduan tersebut yang akan membawa karir dosen itu naik," terangnya.
Sofwan berharap Indonesia bisa cepat keluar dari pandemi ini dan mempercepat laju pembangunannya melalui penguatan SDM di segala bidang khususnya bagi perguruan tinggi. "Maksimalkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar kita bisa memanfaatkan seluruh pilihan-pilihan yang bisa diambil oleh para dosen dan mahasiswa di dalam mempercepat kompetensi dan kualifikasi," imbuhnya.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan suatu tindak lanjut dari misi besar Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Salah satu komponen yang menunjang kemajuan tersebut ialah SDM dimana pada saat itu diprediksikan akan ada 309 juta penduduk dengan 52% di antaranya berada pada usia produktif. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas )
“Sebelum 2045, di 2030 studi mengatakan bahwa indonesia akan membutuhkan 113 juta tenaga kerja terdidik dan ahli juga terampil. Ahli dan terampil hanya bisa dihasilkan dari pendidikan, sedangkan terampil hanya bisa didapat dari kombinasi akademik dan praktis. Inilah yang dibutuhkan, komposisi inilah yang harus dilengkapi,” pungkasnya.
Oleh karena itu, katanya, para dosen, mahasiswa, dan insan pendidikan lainnya memegang peran penting dalam komposisi SDM di 2045. Sehingga perlu dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Sofwan berharap Indonesia bisa cepat keluar dari pandemi ini dan mempercepat laju pembangunannya melalui penguatan SDM di segala bidang khususnya bagi perguruan tinggi. "Maksimalkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar kita bisa memanfaatkan seluruh pilihan-pilihan yang bisa diambil oleh para dosen dan mahasiswa di dalam mempercepat kompetensi dan kualifikasi," imbuhnya.
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan suatu tindak lanjut dari misi besar Indonesia untuk menjadi negara maju pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Salah satu komponen yang menunjang kemajuan tersebut ialah SDM dimana pada saat itu diprediksikan akan ada 309 juta penduduk dengan 52% di antaranya berada pada usia produktif. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas )
“Sebelum 2045, di 2030 studi mengatakan bahwa indonesia akan membutuhkan 113 juta tenaga kerja terdidik dan ahli juga terampil. Ahli dan terampil hanya bisa dihasilkan dari pendidikan, sedangkan terampil hanya bisa didapat dari kombinasi akademik dan praktis. Inilah yang dibutuhkan, komposisi inilah yang harus dilengkapi,” pungkasnya.
Oleh karena itu, katanya, para dosen, mahasiswa, dan insan pendidikan lainnya memegang peran penting dalam komposisi SDM di 2045. Sehingga perlu dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
(mpw)
Lihat Juga :