Paselum, Solusi Pemasaran UMKM di Era Digital Gagasan Mahasiswa ITS
Kamis, 19 November 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
“Dan yang terpenting, Paselum tidak mengizinkan pelaku UMKM melakukan dropship. Sehingga semua produk yang dijual memang berasal dari pelaku UMKM yang menandatangani perjanjian itu,” katanya. (Baca juga: Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen )
Yang menarik dari Paselum ini adalah metode yang partisipatif, sehingga model yang dihasilkan merupakan hasil dari buah pikiran banyak orang. Menurut Maya, timnya menggunakan metode bernama uji organoleptik atau secara singkatnya merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk.
Uji organoleptik dilakukan dengan responden berupa pelaku UMKM sebanyak total 15 orang. Pelaku UMKM yang dipilih secara acak ini diminta memberikan tanggapannya mengenai tampilan, fitur, dan cara pengoperasian dari aplikasinya. Dari total tiga kali masa ujinya ke responden, untuk survei pertama didapatkan feedback perbaikan berupa perbaikan tata letak menu, tampilan beranda, penambahan fitur rating, dan tampilan live chat.
Pascasurvei kedua, Maya menyebutkan adanya perubahan lagi, yaitu penambahan menu profil, peringkasan data sign up, perbaikan tampilan pada maps, dan penyesuaian warna tema secara keseluruhan. “Finalisasi kami lakukan pada survei ketiga dengan memperbaiki hal-hal minor berupa perubahan tata letak tombol dan ukuran beberapa item,” terang mahasiswi Departemen Statistika ITS ini.
Dengan uji ini, lanjut Maya, dapat dipastikan aplikasi yang dikembangkan bisa lebih ramah pengguna sehingga memudahkan pengguna melakukan berbagai kegiatan di dalam aplikasi. Dengan inovasi aplikasi Paselum, ketiga mahasiswa ITS ini juga telah berhasil menyabet juara tiga pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Pekan Raya Ekonomi yang diadakan oleh Universitas Jember, beberapa waktu lalu.
Yang menarik dari Paselum ini adalah metode yang partisipatif, sehingga model yang dihasilkan merupakan hasil dari buah pikiran banyak orang. Menurut Maya, timnya menggunakan metode bernama uji organoleptik atau secara singkatnya merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk.
Uji organoleptik dilakukan dengan responden berupa pelaku UMKM sebanyak total 15 orang. Pelaku UMKM yang dipilih secara acak ini diminta memberikan tanggapannya mengenai tampilan, fitur, dan cara pengoperasian dari aplikasinya. Dari total tiga kali masa ujinya ke responden, untuk survei pertama didapatkan feedback perbaikan berupa perbaikan tata letak menu, tampilan beranda, penambahan fitur rating, dan tampilan live chat.
Pascasurvei kedua, Maya menyebutkan adanya perubahan lagi, yaitu penambahan menu profil, peringkasan data sign up, perbaikan tampilan pada maps, dan penyesuaian warna tema secara keseluruhan. “Finalisasi kami lakukan pada survei ketiga dengan memperbaiki hal-hal minor berupa perubahan tata letak tombol dan ukuran beberapa item,” terang mahasiswi Departemen Statistika ITS ini.
Dengan uji ini, lanjut Maya, dapat dipastikan aplikasi yang dikembangkan bisa lebih ramah pengguna sehingga memudahkan pengguna melakukan berbagai kegiatan di dalam aplikasi. Dengan inovasi aplikasi Paselum, ketiga mahasiswa ITS ini juga telah berhasil menyabet juara tiga pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional Pekan Raya Ekonomi yang diadakan oleh Universitas Jember, beberapa waktu lalu.
(mpw)
Lihat Juga :