Ornamen Header
Paselum, Solusi Pemasaran UMKM di Era Digital Gagasan Mahasiswa ITS
Paselum, Solusi Pemasaran UMKM di Era Digital Gagasan Mahasiswa ITS
(dari kiri) Maya Kencana Wulandari, Shabrina Nur Lathifatul Afifah, dan Arjun Aksan yang merupakan tim mahasiswa ITS penggagas Paselum. Foto/Dok/Humas ITS
JAKARTA - Adanya pembatasan kegiatan di era pandemi ini menyebabkan banyak UMKM di Indonesia sepi konsumen hingga gulung tikar. Tiga mahasiswa ITS pun menginovasikan aplikasi pemasaran produk digital berbasis Syariah Service bernama Pasar Elektronik UMKM atau Paselum sebagai upaya membantu keberlangsungan ekonomi UMKM.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, teknologi memang menjadi alternatif utama bagi UMKM untuk berkembang. Disebutkan oleh Maya Kencana Wulandari bahwa digitalisasi sudah menjadi keharusan bagi UMKM. “Covid-19 telah memaksa UMKM beralih ke digital untuk memastikan kelangsungan dan ketahanan bisnis,” katanya melalui siaran pers, Kamis (19/11). (Baca juga: 3 Mahasiswa ITS Gagas Smart Charging Station Ramah Lingkungan)

Berdasarkan kondisi tersebut, Maya bersama dua rekannya, Arjun Aksan dan Shabrina Nur Lathifatul Afifah, mencoba menginovasikan aplikasi pemasaran produk secara digital bernama Paselum. Aplikasi ini menjadi wadah pemasaran produk UMKM yang berbasis syariah. Sistem yang dipakai adalah bagi hasil, di mana pelaku UMKM akan dipungut biaya tiga persen di tiap penjualannya.

Sebelumnya, sistem yang dikembangkan Maya dan timnya menggunakan metode berlangganan tiap bulan dengan tarif Rp25.000. Namun biaya ini akan memberatkan pelaku UMKM yang mungkin belum mendapatkan pesanan dalam satu bulan. Jalan tengah yang diambil adalah dengan menggunakan sistem baru dengan memotong 3 % dari tiap transaksi yang berhasil dilakukan oleh pelaku UMKM.



“Sehingga pelaku UMKM tidak dikenakan biaya jika memang tidak mendapatkan pesanan,” jelas mahasiswi yang menggemari bidang kepenulisan ini. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas)

Paselum juga menawarkan sistem yang dapat menjamin kepercayaan penggunanya. Maya menyebutkan bahwa UMKM yang dapat mendaftarkan diri ke sistem Paselum hanyalah UMKM yang terdaftar resmi pada Kemenkop.

Selain itu, terdapat pula perjanjian di atas materai yang menjamin bahwa pelaku UMKM yang menawarkan barangnya pada Paselum tidak melakukan penipuan, seperti produk tidak sesuai dengan yang dijelaskan pada profil produk.



“Dan yang terpenting, Paselum tidak mengizinkan pelaku UMKM melakukan dropship. Sehingga semua produk yang dijual memang berasal dari pelaku UMKM yang menandatangani perjanjian itu,” katanya. (Baca juga: Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen)
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!