Rektor IPB: Kampus Harus Siap Jadi Pusat Riset Industri Pangan
Kamis, 19 November 2020 - 21:52 WIB
loading...
Rektor IPB University Arif Satria. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kolaborasi antara perguruan tinggi dengan industri semakin dibutuhkan di era 4.0. Tidak terkecuali untuk bidang pangan kerja sama kampus dan industri diperlukan untuk mempercepat hilirisasi inovasi.
Rektor IPB University Prof Arif Satria mengungkapkan bahwa perguruan tinggi siap menjadi pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D) pangan ke depan. Menurutnya, perguruan tinggi menjadi mitra penting dalam pengembangan industri pertanian dan pangan masa depan. (Baca juga: Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen )
Hal ini dikarenakan perguruan tinggi memiliki peran R&D yang mampu menghasilkan sejumlah inovasi. Ia menambahkan, “Perusahan atau industri bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan R&D, daripada membangun R&D sendiri. Hal ini bisa menciptakan efisiensi dan juga simbiosis mutualisme antara perguruan tinggi dengan industri,” pada acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) melalui siaran pers, Kamis (19/11).
IPB University telah membuka Science and Technology Park (STP) agar para pelaku industri bisa berkantor di kampus, berkolaborasi dengan kampus. Dan ini bisa menjadi jembatan agar hilirisasi inovasi bisa dipercepat.
Menurut Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) ini inovasi pangan ke depan setidaknya mencakup empat hal. Pertama, inovasi yang mengarah pada perbaikan ekosistem dan lingkungan. Terkait hal ini, IPB University telah mengembangkan sistem yang bisa mendeteksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas )
Rektor IPB University Prof Arif Satria mengungkapkan bahwa perguruan tinggi siap menjadi pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D) pangan ke depan. Menurutnya, perguruan tinggi menjadi mitra penting dalam pengembangan industri pertanian dan pangan masa depan. (Baca juga: Kampus Merdeka Tawarkan Pengembangan Kompetensi dan Karir bagi Dosen )
Hal ini dikarenakan perguruan tinggi memiliki peran R&D yang mampu menghasilkan sejumlah inovasi. Ia menambahkan, “Perusahan atau industri bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan R&D, daripada membangun R&D sendiri. Hal ini bisa menciptakan efisiensi dan juga simbiosis mutualisme antara perguruan tinggi dengan industri,” pada acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) melalui siaran pers, Kamis (19/11).
IPB University telah membuka Science and Technology Park (STP) agar para pelaku industri bisa berkantor di kampus, berkolaborasi dengan kampus. Dan ini bisa menjadi jembatan agar hilirisasi inovasi bisa dipercepat.
Menurut Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) ini inovasi pangan ke depan setidaknya mencakup empat hal. Pertama, inovasi yang mengarah pada perbaikan ekosistem dan lingkungan. Terkait hal ini, IPB University telah mengembangkan sistem yang bisa mendeteksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian. (Baca juga: Kemenristek Gelontorkan Rp40 M pada Anugerah HKI Produktif dan Berkualitas )
Lihat Juga :