Data Guru Calon Penerima BSU Bocor, Perhimpunan Guru Minta Polisi Usut Tuntas
Jum'at, 20 November 2020 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
“Potensi penyalahgunaan data kami para guru honorer ini bisa saja dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan,” ujar guru mata pelajaran Sejarah di sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta Selatan.
Peristiwa ini, menurut Iman, para guru honorer dan swasta yang belum mendaftar BSU kini merasa takut dan cemas. Takut kebocoran data pribadi menimpa mereka juga.
“Mas Menteri pasti sangat paham soal keamanan digital. Kalau kecolongan lagi, ini mirip kejadian percakapan dalam penyederhanaan draf kurikulum beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Perhimpunan Guru meminta Kemendikbud dan bank segera memproteksi secara kuat data-data pribadi para guru dan tenaga kependidikan itu. Total calon penerima BSU ini adalah 2.034.732 orang dengan anggaran sebesar Rp3,6 triliun.
Perhimpunan Guru mendesak kepolisian segera turun tangan menyelidiki masalah ini. Hal ini agar keamanan data pengguna, khususnya, guru, tenaga kependidikan, dan dosen benar-benar terlindungi oleh negara.
Peristiwa ini, menurut Iman, para guru honorer dan swasta yang belum mendaftar BSU kini merasa takut dan cemas. Takut kebocoran data pribadi menimpa mereka juga.
“Mas Menteri pasti sangat paham soal keamanan digital. Kalau kecolongan lagi, ini mirip kejadian percakapan dalam penyederhanaan draf kurikulum beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Perhimpunan Guru meminta Kemendikbud dan bank segera memproteksi secara kuat data-data pribadi para guru dan tenaga kependidikan itu. Total calon penerima BSU ini adalah 2.034.732 orang dengan anggaran sebesar Rp3,6 triliun.
Perhimpunan Guru mendesak kepolisian segera turun tangan menyelidiki masalah ini. Hal ini agar keamanan data pengguna, khususnya, guru, tenaga kependidikan, dan dosen benar-benar terlindungi oleh negara.
(mpw)
Lihat Juga :