Ini Apresiasi Kemendikbud untuk Guru Inovatif dan Inspiratif
Rabu, 25 November 2020 - 09:23 WIB
loading...
Guru honorer harus mengajar secara tatap muka dengan siswanya yang tidak memiliki gawai dan kuota internet. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbud melalui Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menyelenggarakan Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah Dedikatif, Inovatif, dan Inspiratif, Pendidikan Menengah (Dikmen) dan Pendidikan Khusus (Diksus) Tahun 2020.
Sejalan dengan tema yang diambil “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar,” Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril menyampaikan tujuan acara ini. “Kita ingin ada inspirasi yang menjadi acuan bagi Bapak dan Ibu. Kita ingin mendorong guru-guru hebat agar bisa melayani siswa dalam rangka mencetak pemimpin masa depan,” katanya saat memberi sambutan melalui siaran pers, Selasa (24/11). (Baca juga: Masa Kontrak PPPK Guru Bisa Sampai Batas Usia Pensiun, Ini Ketentuanya )
Menurut Iwan, sangat penting untuk mengutamakan substansi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dibandingkan menghabiskan lebih banyak waktu mengurus hal-hal yang bersifat administratif. “Tiga hal penting yang harus dipahami dan diprioritaskan oleh para guru yakni siswa, siswa, dan siswa,” tegasnya.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, filosofi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu halaman, intinya adalah jangan membebani guru. Harapan Iwan, waktu bagi para pendidik lebih banyak untuk anak-anak sehingga mengurangi beban administrasi guru itu sendiri.
Mengacu pada tajuk acara, inspirasi atas dedikasi dalam mengajar menjadi hal yang tidak kalah penting di dunia pendidikan. Iwan beralasan, seorang pendidik yang mencintai profesinya mampu menginspirasi yang lain. “Dengan adanya role model, ekosistem yang baik lebih mudah terbentuk,” tuturnya. (Baca juga: Kemenpan-RB Rekrut 1 Juta PPPK Guru, Ini Jumlah Usulan Kebutuhan Sudah Masuk )
Sejalan dengan tema yang diambil “Bangkitkan Semangat, Wujudkan Merdeka Belajar,” Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril menyampaikan tujuan acara ini. “Kita ingin ada inspirasi yang menjadi acuan bagi Bapak dan Ibu. Kita ingin mendorong guru-guru hebat agar bisa melayani siswa dalam rangka mencetak pemimpin masa depan,” katanya saat memberi sambutan melalui siaran pers, Selasa (24/11). (Baca juga: Masa Kontrak PPPK Guru Bisa Sampai Batas Usia Pensiun, Ini Ketentuanya )
Menurut Iwan, sangat penting untuk mengutamakan substansi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dibandingkan menghabiskan lebih banyak waktu mengurus hal-hal yang bersifat administratif. “Tiga hal penting yang harus dipahami dan diprioritaskan oleh para guru yakni siswa, siswa, dan siswa,” tegasnya.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, filosofi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) satu halaman, intinya adalah jangan membebani guru. Harapan Iwan, waktu bagi para pendidik lebih banyak untuk anak-anak sehingga mengurangi beban administrasi guru itu sendiri.
Mengacu pada tajuk acara, inspirasi atas dedikasi dalam mengajar menjadi hal yang tidak kalah penting di dunia pendidikan. Iwan beralasan, seorang pendidik yang mencintai profesinya mampu menginspirasi yang lain. “Dengan adanya role model, ekosistem yang baik lebih mudah terbentuk,” tuturnya. (Baca juga: Kemenpan-RB Rekrut 1 Juta PPPK Guru, Ini Jumlah Usulan Kebutuhan Sudah Masuk )
Lihat Juga :