Bakti Inovasi, Kemenristek Serahkan 27 Produk untuk Covid-19 ke Masyarakat
Minggu, 29 November 2020 - 17:58 WIB
loading...
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kemenristek/BRIN menyerahkan 27 produk inovasi yang dihasilkan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ke masyarakat melalui program Bakti Inovasi. 6 di antaranya merupakan produk inovasi yang dihasilkan PTN dan PTS.
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, sebagai kementerian yang diberikan mandat oleh Undang-Undang untuk menjalankan dan mengintegrasikan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia, Kemenristek/BRIN menjadi garda terdepan dalam pengembangan riset dan inovasi terkait penanganan COVID-19. (Baca juga: UGM Kembali Juara Umum Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiona 2020 )
Dia menjelaskan, aksi nyata yang dilakukan Kemenristek/BRIN salah satunya adalah dengan pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Penanganan COVID-19. "Yang berperan aktif untuk mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan menyinergikan program riset dan inovasi guna penanganan COVID-19 secara cepat," katanya pada Raker Kemenristek/BRIN 2020, Jumat (27/11).
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini menjelaskan, dalam waktu hitungan bulan, Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.
Di antaranya Rapid Diagnostic Test RI-GHA, Robot RAISA (Perawat Kesehatan), Autonomous UVC Mobile Robot, Emergency Ventilator, Powered Air Purifying Respirator, Ventilator Vent-I. "Masih banyak produk-produk inovasi lainnya yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan hal ini perlu diapresiasi," ujar Bambang. (Baca juga: Ingin Sukses di Pekerjaan, Calon Mahasiswa Disarankan Pilih Jurusan Sesuai Passion )
Oleh karena itu, lanjutnya, Kemenristek melakukan penerapan iptek melalui difusi kepada 27 produk ke sekitar 15 kabupaten kota. Hal ini dilakukan sebagai wujud Bakti Inovasi Indonesia dalam rangka Penanggulangan COVID-19. Lalu juga dalam rangka meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk inovasi yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk.
Dia menjelaskan, produk yang akan diserahkan dalam Bakti Inovasi 2020 ini di antaranya Rapid Test Antibody yang dihasilkan UGM, Ventilator Transport Convent-20 (UI), Automatic UVC Mobile Robot AUMR (Universitas Telkom), Uji CePAD Antigen (UNPAD), Purifier (UAI) dan Robot KECE (UNESA).
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, sebagai kementerian yang diberikan mandat oleh Undang-Undang untuk menjalankan dan mengintegrasikan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia, Kemenristek/BRIN menjadi garda terdepan dalam pengembangan riset dan inovasi terkait penanganan COVID-19. (Baca juga: UGM Kembali Juara Umum Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiona 2020 )
Dia menjelaskan, aksi nyata yang dilakukan Kemenristek/BRIN salah satunya adalah dengan pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Penanganan COVID-19. "Yang berperan aktif untuk mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan menyinergikan program riset dan inovasi guna penanganan COVID-19 secara cepat," katanya pada Raker Kemenristek/BRIN 2020, Jumat (27/11).
Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini menjelaskan, dalam waktu hitungan bulan, Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.
Di antaranya Rapid Diagnostic Test RI-GHA, Robot RAISA (Perawat Kesehatan), Autonomous UVC Mobile Robot, Emergency Ventilator, Powered Air Purifying Respirator, Ventilator Vent-I. "Masih banyak produk-produk inovasi lainnya yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan hal ini perlu diapresiasi," ujar Bambang. (Baca juga: Ingin Sukses di Pekerjaan, Calon Mahasiswa Disarankan Pilih Jurusan Sesuai Passion )
Oleh karena itu, lanjutnya, Kemenristek melakukan penerapan iptek melalui difusi kepada 27 produk ke sekitar 15 kabupaten kota. Hal ini dilakukan sebagai wujud Bakti Inovasi Indonesia dalam rangka Penanggulangan COVID-19. Lalu juga dalam rangka meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk inovasi yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk.
Dia menjelaskan, produk yang akan diserahkan dalam Bakti Inovasi 2020 ini di antaranya Rapid Test Antibody yang dihasilkan UGM, Ventilator Transport Convent-20 (UI), Automatic UVC Mobile Robot AUMR (Universitas Telkom), Uji CePAD Antigen (UNPAD), Purifier (UAI) dan Robot KECE (UNESA).
Lihat Juga :