Ornamen Header
Bakti Inovasi, Kemenristek Serahkan 27 Produk untuk Covid-19 ke Masyarakat
Bakti Inovasi, Kemenristek Serahkan 27 Produk untuk Covid-19 ke Masyarakat
Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kemenristek/BRIN menyerahkan 27 produk inovasi yang dihasilkan oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ke masyarakat melalui program Bakti Inovasi. 6 di antaranya merupakan produk inovasi yang dihasilkan PTN dan PTS.

Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, sebagai kementerian yang diberikan mandat oleh Undang-Undang untuk menjalankan dan mengintegrasikan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (litbangjirap) di Indonesia, Kemenristek/BRIN menjadi garda terdepan dalam pengembangan riset dan inovasi terkait penanganan COVID-19. (Baca juga: UGM Kembali Juara Umum Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasiona 2020 )

Dia menjelaskan, aksi nyata yang dilakukan Kemenristek/BRIN salah satunya adalah dengan pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Penanganan COVID-19. "Yang berperan aktif untuk mengintegrasikan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan menyinergikan program riset dan inovasi guna penanganan COVID-19 secara cepat," katanya pada Raker Kemenristek/BRIN 2020, Jumat (27/11).

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional ini menjelaskan, dalam waktu hitungan bulan, Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 telah menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya guna bagi masyarakat untuk menanggulangi penyebaran COVID-19.



Di antaranya Rapid Diagnostic Test RI-GHA, Robot RAISA (Perawat Kesehatan), Autonomous UVC Mobile Robot, Emergency Ventilator, Powered Air Purifying Respirator, Ventilator Vent-I. "Masih banyak produk-produk inovasi lainnya yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan hal ini perlu diapresiasi," ujar Bambang. (Baca juga: Ingin Sukses di Pekerjaan, Calon Mahasiswa Disarankan Pilih Jurusan Sesuai Passion )

Oleh karena itu, lanjutnya, Kemenristek melakukan penerapan iptek melalui difusi kepada 27 produk ke sekitar 15 kabupaten kota. Hal ini dilakukan sebagai wujud Bakti Inovasi Indonesia dalam rangka Penanggulangan COVID-19. Lalu juga dalam rangka meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk inovasi yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk.

Dia menjelaskan, produk yang akan diserahkan dalam Bakti Inovasi 2020 ini di antaranya Rapid Test Antibody yang dihasilkan UGM, Ventilator Transport Convent-20 (UI), Automatic UVC Mobile Robot AUMR (Universitas Telkom), Uji CePAD Antigen (UNPAD), Purifier (UAI) dan Robot KECE (UNESA).



Menurutnya, Bakti Inovasi merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban Kemenristek/BRIN kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan daya guna produk inovasi, mengetahui respons pengguna terhadap produk inovasi, dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

Dia berharap, melalui Bakti Inovasi ini akan terjadi interaksi yang intensif antara peneliti dan masyarakat pengguna produk sehingga peneliti bisa mendapatkan umpan balik untuk penyempurnaan produk. Baik dari sisi operasional maupun perawatan.

Dengan demikian, lanjut Bambang, tujuan penerapan iptek melalui difusi produk-produk inovasi, yakni mendorong inovasi sebagai upaya peningkatan produktivitas pembangunan, kemandirian, dan daya saing bangsa dapat dicapai.

"Secara khusus, upaya ini diharapkan dapat menjadi peningkatan kepercayaan masyarakat atas hasil inovasi dalam negeri melalui riset dan rekayasa karya anak bangsa sendiri," pungkasnya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!