DPR Usulkan Sekolah Tatap Muka Sifatnya Pilihan
Senin, 30 November 2020 - 17:15 WIB
loading...
Suasana simulasi belajar mengajar tatap muka di salah satu sekolah dasar di Jawa Barat. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Rencana sekolah tatap muka pada Januari 2021 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menimbulkan pro dan kontra di publik, pasalnya pandemi Covid-19 masih merebak dan belum dipastikan kapan vaksinasi Covid-19 bisa direalisasikan.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Effendi mengusulkan, agar rencana pembukaan sekolah tatap muka ini harus melalui penelitian dan studi mengenai pilihan yang diminati oleh para orang tua, apakah tatap muka atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Karena, potret setiap daerah berbeda kebutuhan dan kondisinya. (Baca juga: Siswa SMA, SMK dan SLB di Jabar Terima Bantuan Rp1,2 Juta per Bulan )
“Kalau misalnya di Jakarta, jangan dibuka dulu deh karena masih tinggi penyebarannya, betul. Tapi kalau kayak daerah-daerah yang selama ini juga so far so good, kalau mereka ditahan juga, mereka banyak yang tetep buka sampai sekarang. Itu sudah banyak yang terjadi,” kata Dede kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Dede mengungkap, berdasarkan data yang dilaporkan Kemendikbud, meskipun banyak sekolah yang ditutup, tapi ternyata sekolah tatap muka sudah terjadi. Ada 50% sekolah yang sudah dibuka. Itu semua bergantung pada kondisi di setiap daerah dan sikap masing-masing orang tua, sehingga kebijakan ini baiknya diserahkan pada para orang tua.
“Dan ini sangat menyangkut beban keluarga, orang tua, anak yang tidak bisa PJJ dan lain sebagainya. Oleh karena itu menurut kami adalah, ujung-ujungnya adalah sikap orang tua, setuju atau tidak setuju ada di tangan orang tua,” usulnya. (Baca juga: Ingin Masuk PTN Terbaik, Ini 6 Kunci Sukses yang Wajib Diketahui Para Siswa )
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Effendi mengusulkan, agar rencana pembukaan sekolah tatap muka ini harus melalui penelitian dan studi mengenai pilihan yang diminati oleh para orang tua, apakah tatap muka atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Karena, potret setiap daerah berbeda kebutuhan dan kondisinya. (Baca juga: Siswa SMA, SMK dan SLB di Jabar Terima Bantuan Rp1,2 Juta per Bulan )
“Kalau misalnya di Jakarta, jangan dibuka dulu deh karena masih tinggi penyebarannya, betul. Tapi kalau kayak daerah-daerah yang selama ini juga so far so good, kalau mereka ditahan juga, mereka banyak yang tetep buka sampai sekarang. Itu sudah banyak yang terjadi,” kata Dede kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Dede mengungkap, berdasarkan data yang dilaporkan Kemendikbud, meskipun banyak sekolah yang ditutup, tapi ternyata sekolah tatap muka sudah terjadi. Ada 50% sekolah yang sudah dibuka. Itu semua bergantung pada kondisi di setiap daerah dan sikap masing-masing orang tua, sehingga kebijakan ini baiknya diserahkan pada para orang tua.
“Dan ini sangat menyangkut beban keluarga, orang tua, anak yang tidak bisa PJJ dan lain sebagainya. Oleh karena itu menurut kami adalah, ujung-ujungnya adalah sikap orang tua, setuju atau tidak setuju ada di tangan orang tua,” usulnya. (Baca juga: Ingin Masuk PTN Terbaik, Ini 6 Kunci Sukses yang Wajib Diketahui Para Siswa )
Lihat Juga :