UIN Yogya Gandeng Seniman-Kurator, Tekankan Seni Jadi Pilar Utama Pendidikan
Selasa, 01 Desember 2020 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Senat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Siswanto Masruri mengatakan akan mensuport tekat Rektor UIN Sunan Kalijaga untuk mengembangkan seni budaya dalam kurikulum ke depan. Dengan seni-budaya dapat mengasah jiwa manusia menjadi halus, lembut dan peka. Sehingga dapat menangkal pemahaman keagamaan yang radikal.
Rektor ISI Yogyakarta M. Agus Burhan mengatakan menyambut baik ajakan rektor UIN Sunan Kalijaga untuk membangun jejaring, menyatukan studi ke-Islaman dengan seni-budaya. Menjadikan kampus UIN Sunan Kalijaga sebagai rumah bersama yang tidak memandang latar belakang agama, etnik, golongan.
“Menyadur pemikiran Muhammad Iqbal bahwa etos kesenian itu tidak terbatas, maka dengan mengasah jiwa manusia melalui karya seni, justru akan memperluas dan memperdalam kehidupan keberagamaan kita,” ungkapnya
Seniman Butet Kartarejasa mengatakan apa yang digagar rektor UIN Sunan Kalijaga ini bisa menjadi inspiras perguruan tinggi lain. Apalagi saat Indonesia yang sedang terancam keterbelahan karena politik identitas. Inilah Islam yang sejuk, Islam yang egaliter, Islam yang menghormati keberagaman. Dan UIN Sunan Kalijaga mempelopori.
“Saya kepengen Perguruan Tinggi Islam di Indonesia melakukan tindakan yang sama menyapa lintas iman, lintas disiplin. Agama yang bersentuhan dengan seni budaya itu agama yang Kaliurang banget, agama yang sejuk,” paparya.
Rektor ISI Yogyakarta M. Agus Burhan mengatakan menyambut baik ajakan rektor UIN Sunan Kalijaga untuk membangun jejaring, menyatukan studi ke-Islaman dengan seni-budaya. Menjadikan kampus UIN Sunan Kalijaga sebagai rumah bersama yang tidak memandang latar belakang agama, etnik, golongan.
“Menyadur pemikiran Muhammad Iqbal bahwa etos kesenian itu tidak terbatas, maka dengan mengasah jiwa manusia melalui karya seni, justru akan memperluas dan memperdalam kehidupan keberagamaan kita,” ungkapnya
Seniman Butet Kartarejasa mengatakan apa yang digagar rektor UIN Sunan Kalijaga ini bisa menjadi inspiras perguruan tinggi lain. Apalagi saat Indonesia yang sedang terancam keterbelahan karena politik identitas. Inilah Islam yang sejuk, Islam yang egaliter, Islam yang menghormati keberagaman. Dan UIN Sunan Kalijaga mempelopori.
“Saya kepengen Perguruan Tinggi Islam di Indonesia melakukan tindakan yang sama menyapa lintas iman, lintas disiplin. Agama yang bersentuhan dengan seni budaya itu agama yang Kaliurang banget, agama yang sejuk,” paparya.
(mpw)
Lihat Juga :