Kemenag Harap Madrasah Jadi Ruang Pembudayaan Pembelajaran
Minggu, 06 Desember 2020 - 20:56 WIB
loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani. Foto/Dok/Humas Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Ali Ramdhani berharap madrasah tidak hanya menjadi tempat pengajaran, tapi juga pembudayaan pembelajaran.
Menurutnya, pembudayaan pembelajaran penting dalam merespon pergeseran peradaban, dari abad industri ke abad pengetahuan. Dalam kondisi tersebut, penting memiliki sumber daya manusia yang memadai. Kalau dulu sesuatu yang dijual adalah sesuatu yang tangible (nampak), sekarang kehidupan kerapkali diukur berdasarkan ukuran ukuran yang intangible (tidak nampak). (Baca juga: Ingin Ikut Seleksi PPPK, Ini yang Harus Dilakukan Guru Honorer )
“Pergeseran dari hal hal yang nyata menjadi sesuatu yang tidak nyata khususnya dalam ilmu, maka keunggulan dari sumber daya manusia terletak pada hal yang ia miliki yaitu ilmu, dan ketika bicara tentang ilmu maka pembudayaan pembelajaran itu menjadi proses yang elementer,” ujar Ali Ramdhani, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (5/12/2020).
Pria yang akrab disapa Dhani ini mengingatkan bahwa suatu hal yang tetap adalah perubahan dan sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Menjadi tugas bersama seluruh stakeholder Kemenag, termasuk madrasah, mempersiapkan anak didik agar mampu berkiprah di masa depan.
“Kita ingin menghadirkan mereka sebagai anak zaman, menjadi anak dari sebuah dinamika zaman, mereka yang beribukan waktu, berayahkan zaman, mampu menari bersama zaman untuk menarikan zaman,” ungkap Dirjen. (Baca juga: Ini 10 Madrasah Aliyah Terbaik di Indonesia versi LTMP )
Menurutnya, pembudayaan pembelajaran penting dalam merespon pergeseran peradaban, dari abad industri ke abad pengetahuan. Dalam kondisi tersebut, penting memiliki sumber daya manusia yang memadai. Kalau dulu sesuatu yang dijual adalah sesuatu yang tangible (nampak), sekarang kehidupan kerapkali diukur berdasarkan ukuran ukuran yang intangible (tidak nampak). (Baca juga: Ingin Ikut Seleksi PPPK, Ini yang Harus Dilakukan Guru Honorer )
“Pergeseran dari hal hal yang nyata menjadi sesuatu yang tidak nyata khususnya dalam ilmu, maka keunggulan dari sumber daya manusia terletak pada hal yang ia miliki yaitu ilmu, dan ketika bicara tentang ilmu maka pembudayaan pembelajaran itu menjadi proses yang elementer,” ujar Ali Ramdhani, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Minggu (5/12/2020).
Pria yang akrab disapa Dhani ini mengingatkan bahwa suatu hal yang tetap adalah perubahan dan sesuatu yang pasti adalah ketidakpastian. Menjadi tugas bersama seluruh stakeholder Kemenag, termasuk madrasah, mempersiapkan anak didik agar mampu berkiprah di masa depan.
“Kita ingin menghadirkan mereka sebagai anak zaman, menjadi anak dari sebuah dinamika zaman, mereka yang beribukan waktu, berayahkan zaman, mampu menari bersama zaman untuk menarikan zaman,” ungkap Dirjen. (Baca juga: Ini 10 Madrasah Aliyah Terbaik di Indonesia versi LTMP )
Lihat Juga :