Covid-19 Meningkat, Guru dan Orang Tua Diminta Tunda Liburan Semester
Senin, 07 Desember 2020 - 13:00 WIB
loading...
A
A
A
“Kami dari Perhimpunan Guru, betul-betul memohon kepada para guru dan orang tua siswa untuk menunda rencana libur akhir semester atau akhir tahun. Sebab pandemi masih tinggi, apalagi ke depan ada momen libur Pilkada, Natal, dan Tahun Baru. Cukuplah kasus guru MAN 22 Jakarta jadi contoh dan pelajaran bagi kita,” demikian permintaan Satriwan dalam pernyataannya kepada SINDOnews, Senin (7/12/2020).
Ia memprediksi selama Desember 2020 hingga Januari 2021 akan berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Akan ada potensi mobilitas yang tinggi dari masyarakat untuk berwisata.
“Para guru dan orang tua siswa diminta tidak egois untuk berlibur mengisi waktu. Sebab klaster sekolah sudah mulai bermunculan. Apalagi nanti akan ada rencana PTM (pembelajaran tatap muka) pada Januari 2021,” imbaunya.
Selain itu, P2G juga mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah (Pemda) membuat surat imbauan kepada sekolah-sekolah agar para guru dan orang tua siswa tidak melakukan kegiatan liburan setelah terima rapor siswa.
Satriwan juga mendorong agar para kepala daaerah di tempat sekolah yang terpapar Covid-19 untuk melakukan tes usap (swab test) massal kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Merujuk pada survei P2G terbaru, dengan responden guru yang tersebar dari 100 kota/kabupaten di 29 provinsi, sebanyak 66 persen guru setuju untuk dilakukan tes usap sebelum PTM dilakukan. Adapun biaya tes tersebut harus ditanggung oleh Pemda setempat, bukan oleh guru atau sekolah.
Ia memprediksi selama Desember 2020 hingga Januari 2021 akan berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Akan ada potensi mobilitas yang tinggi dari masyarakat untuk berwisata.
“Para guru dan orang tua siswa diminta tidak egois untuk berlibur mengisi waktu. Sebab klaster sekolah sudah mulai bermunculan. Apalagi nanti akan ada rencana PTM (pembelajaran tatap muka) pada Januari 2021,” imbaunya.
Selain itu, P2G juga mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah (Pemda) membuat surat imbauan kepada sekolah-sekolah agar para guru dan orang tua siswa tidak melakukan kegiatan liburan setelah terima rapor siswa.
Satriwan juga mendorong agar para kepala daaerah di tempat sekolah yang terpapar Covid-19 untuk melakukan tes usap (swab test) massal kepada guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Merujuk pada survei P2G terbaru, dengan responden guru yang tersebar dari 100 kota/kabupaten di 29 provinsi, sebanyak 66 persen guru setuju untuk dilakukan tes usap sebelum PTM dilakukan. Adapun biaya tes tersebut harus ditanggung oleh Pemda setempat, bukan oleh guru atau sekolah.
Lihat Juga :