Dampak Pandemi Covid-19, Indonesia Alami Stunting Pendidikan
Jum'at, 11 Desember 2020 - 21:23 WIB
loading...
A
A
A
Minimnya pemahaman kebutuhan belajar anak ternyata juga dialami oleh pendidik. Hal ini terlihat munculnya keluhan guru cenderung hanya sekedar memberikan tugas-tugas saja selama BDR. Sehingga banyak keluhan muncul anak enggan berpartisipasi aktif, anak mematikan video saat pembelajaran via zoom dan sebagainya. (Baca juga: 6 Bulan Belum Kerja, Lulusan IPB University akan Diberikan Pendampingan Khusus )
“Kalau anak tidak peduli, tidak perhatian atau tidak terlibat berarti ada persoalan menyajikan materi pembelajaran kepada anak. Itu yang harus jadi introspeksi bagi pendidik bagaimana agar materi disukai anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Konselor Puspaga Kota Surabaya, Linda Hartanti, menuturkan ada beberapa strategi agar anak tidak malas saat pembelajaran. Yaitu, tetap bergerak aktif, fokus pada tujuan, membuat daftar kepentingan. "Melakukan olahraga ringan tiap 15 menit sekali,” katanya.
Strategi lain adalah memberikan penghargaan pada diri sendiri atas capaian belajar yang telah dicapai, memotivasi diri lewat buku bacaan tentang kisah tokoh sukses, membuat jadwal harian, membuat pola hidup teratur. “Selain itu, kita harus membiarkan diri ini bahagia agar bisa menumbuhkan semangat belajar. Dan yang terpenting, jauhkan diri dari kasur, rebahan. Karena itu pasti menimbulkan rasa malas belajar,” katanya.
Linda menambahkan hingga saat ini belum ada kepastian bahwa belajar dari rumah akan benar-benar di akhiri. Dia pun tetap mengingatkan protokol kesehatan harus tetap ditegakkan baik pembelajaran offline maupun online. "Tetap ingat pesan Ibu: pakai masker, menjauhi kerumunan dan mencuci tangan,” pungkasnya.
“Kalau anak tidak peduli, tidak perhatian atau tidak terlibat berarti ada persoalan menyajikan materi pembelajaran kepada anak. Itu yang harus jadi introspeksi bagi pendidik bagaimana agar materi disukai anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Konselor Puspaga Kota Surabaya, Linda Hartanti, menuturkan ada beberapa strategi agar anak tidak malas saat pembelajaran. Yaitu, tetap bergerak aktif, fokus pada tujuan, membuat daftar kepentingan. "Melakukan olahraga ringan tiap 15 menit sekali,” katanya.
Strategi lain adalah memberikan penghargaan pada diri sendiri atas capaian belajar yang telah dicapai, memotivasi diri lewat buku bacaan tentang kisah tokoh sukses, membuat jadwal harian, membuat pola hidup teratur. “Selain itu, kita harus membiarkan diri ini bahagia agar bisa menumbuhkan semangat belajar. Dan yang terpenting, jauhkan diri dari kasur, rebahan. Karena itu pasti menimbulkan rasa malas belajar,” katanya.
Linda menambahkan hingga saat ini belum ada kepastian bahwa belajar dari rumah akan benar-benar di akhiri. Dia pun tetap mengingatkan protokol kesehatan harus tetap ditegakkan baik pembelajaran offline maupun online. "Tetap ingat pesan Ibu: pakai masker, menjauhi kerumunan dan mencuci tangan,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :