Jaringan Alumni Belanda Gelar Kuliah Umum Publikasi Jurnal Nasional dan Internasional
Minggu, 13 Desember 2020 - 22:26 WIB
loading...
Holland Alumni Network Indonesia menyelenggarakan kuliah umum bertajuk: ‘Holland Alumni Lecture: Composing Bachelor and Master Thesis into Journal Article’ Sabtu, (12/12). Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Salah satu indikator kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari suatu negara adalah banyaknya hasil penelitian yang dipublikasikan dan dimanfaatkan. Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia di tahun 2019 mencatat walaupun animo publikasi jurnal di kalangan masyarakat Indonesia mulai meningkat dalam kurun beberapa tahun terakhir, namun hal tersebut masih dirasa belum sebanding dengan jumlah penduduk di negeri ini.
Diakui atau tidak, banyak sedikitnya publikasi jurnal yang dilakukan oleh masyarakat suatu negara juga berdampak pada tinggi rendahnya daya saing bangsa di dunia internasional, sehingga akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap laju pertumbuhan ekonominya. (Baca juga: Pendaftaran SBMPTN Dimulai Maret 2021 )
Dalam rangka membantu pemerintah dalam meningkatkan kuantitas penerbitan karya ilmiah/jurnal masyarakat Indonesia, Holland Alumni Network Indonesia bekerjasama dengan ISAIs (Institute of Southeast Asian Islam) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum bertajuk: ‘Holland Alumni Lecture: Composing Bachelor and Master Thesis into Journal Article’ Sabtu, (12/12).
Program yang diselenggarakan melalui platform Zoom cloud meeting ini menghadirkan dua alumni Belanda sebagai pemateri utama, yaitu Ahmad Fuady, dosen di Universitas Indonesia dan alumnus studi doctoral dari Erasmus University, Rotterdam; dan Nurenzia Yannuar, dosen di Universitas Negeri Malang dan alumni kampus Leiden University. Program ini dimoderatori oleh Atina Rosydiana, alumni/penerima beasiswa StuNed di Wageningen University.
Fuady, selaku pembicara pertama, memulai diskusinya mengajak para peserta mendiskusikan satu pertanyaan ‘Find out the ‘why’ (cari tau ‘kenapa’) ingin menulis artikel di jurnal baik nasional maupun internasional. "Ini adalah pertanyaan penting, mengingat setiap dari penulis pastinya punyai alasan khusus dan berbeda-beda mengapa mereka ingin mempublikasikan artikelnya di jurnal, dan ini semuanya akan mempengaruhi jurnal mana yang akan dipilih untuk mempublikasikan tulisanya kelak", ujarnya. (Baca juga: Begini Persyaratan Mengikuti SNMPTN 2021 )
Lebih jauh lagi, Fuadi juga menjelaskan bahwasanya untuk mempublikasikan tulisan di jurnal bukanlah suatu yang instan yang semuanya bisa dilakukan dengan sekejap, perlu proses panjang yang meniscayakan kesabaran dan ketekunan. "Peran mentor juga akan sangat penting dalam membantu hasilkan karya terbaik dan lebih optimal", ungkapnya.
Diakui atau tidak, banyak sedikitnya publikasi jurnal yang dilakukan oleh masyarakat suatu negara juga berdampak pada tinggi rendahnya daya saing bangsa di dunia internasional, sehingga akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap laju pertumbuhan ekonominya. (Baca juga: Pendaftaran SBMPTN Dimulai Maret 2021 )
Dalam rangka membantu pemerintah dalam meningkatkan kuantitas penerbitan karya ilmiah/jurnal masyarakat Indonesia, Holland Alumni Network Indonesia bekerjasama dengan ISAIs (Institute of Southeast Asian Islam) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kuliah umum bertajuk: ‘Holland Alumni Lecture: Composing Bachelor and Master Thesis into Journal Article’ Sabtu, (12/12).
Program yang diselenggarakan melalui platform Zoom cloud meeting ini menghadirkan dua alumni Belanda sebagai pemateri utama, yaitu Ahmad Fuady, dosen di Universitas Indonesia dan alumnus studi doctoral dari Erasmus University, Rotterdam; dan Nurenzia Yannuar, dosen di Universitas Negeri Malang dan alumni kampus Leiden University. Program ini dimoderatori oleh Atina Rosydiana, alumni/penerima beasiswa StuNed di Wageningen University.
Fuady, selaku pembicara pertama, memulai diskusinya mengajak para peserta mendiskusikan satu pertanyaan ‘Find out the ‘why’ (cari tau ‘kenapa’) ingin menulis artikel di jurnal baik nasional maupun internasional. "Ini adalah pertanyaan penting, mengingat setiap dari penulis pastinya punyai alasan khusus dan berbeda-beda mengapa mereka ingin mempublikasikan artikelnya di jurnal, dan ini semuanya akan mempengaruhi jurnal mana yang akan dipilih untuk mempublikasikan tulisanya kelak", ujarnya. (Baca juga: Begini Persyaratan Mengikuti SNMPTN 2021 )
Lebih jauh lagi, Fuadi juga menjelaskan bahwasanya untuk mempublikasikan tulisan di jurnal bukanlah suatu yang instan yang semuanya bisa dilakukan dengan sekejap, perlu proses panjang yang meniscayakan kesabaran dan ketekunan. "Peran mentor juga akan sangat penting dalam membantu hasilkan karya terbaik dan lebih optimal", ungkapnya.
Lihat Juga :