Bantu Pembelajaran Kala Pandemi, Mahasiswa ITS Gagas Inovasi HCL
Selasa, 15 Desember 2020 - 14:43 WIB
loading...
A
A
A
Cara kerjanya adalah memasukkan udara dari luar ke dalam ruangan yang dilengkapi oleh hepa filter sebagai penyaring dan exhaust fan sebagai sirkulasi udara kotor dan bersih.
Nantinya dengan terjadinya pertukaran oksigen ini, sistem yang dibuat dapat juga mengatur kelembapan udara. Hasil dari sistem filter udara dan sinar UV ini dipastikan dapat membunuh virus corona yang berada di udara atau permukaan benda dalam ruangan tersebut.
“Harapannya HCL ini mampu meminimalisasi penularan virus saat kegiatan pembelajaran di sekolah maupun kampus,” imbuh mahasiswa asal Surabaya ini.
Saat ditanya keunggulan, Raka membeberkan, inovasi HCL yang dirancang ini dapat mengurangi penularan Covid-19 dalam kondisi ruangan tertutup. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas udara dengan menggunakan subsistem fresh air supply serta subsistem disinfeksi berupa sinar UV secara aman dan otomatis. Sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka di ruangan tertutup pada kondisi normal baru tetap bisa diterapkan.
Raka mengungkapkan, inovasi HCL ini diharapkan dapat direalisasikan di Indonesia sebagai healthy building. Sebab healthy building merupakan konsep bangunan yang mempertimbangkan aspek kesehatan di dalamnya, termasuk adanya pengaturan tata udara yang sehat dan kecukupan pencahayaan yang baik. Sehingga di situasi pandemi seperti saat ini, konsep healthy building perlu diterapkan sebab mempertimbangkan aspek penularan virus Covid-19.
Nantinya dengan terjadinya pertukaran oksigen ini, sistem yang dibuat dapat juga mengatur kelembapan udara. Hasil dari sistem filter udara dan sinar UV ini dipastikan dapat membunuh virus corona yang berada di udara atau permukaan benda dalam ruangan tersebut.
“Harapannya HCL ini mampu meminimalisasi penularan virus saat kegiatan pembelajaran di sekolah maupun kampus,” imbuh mahasiswa asal Surabaya ini.
Saat ditanya keunggulan, Raka membeberkan, inovasi HCL yang dirancang ini dapat mengurangi penularan Covid-19 dalam kondisi ruangan tertutup. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas udara dengan menggunakan subsistem fresh air supply serta subsistem disinfeksi berupa sinar UV secara aman dan otomatis. Sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka di ruangan tertutup pada kondisi normal baru tetap bisa diterapkan.
Raka mengungkapkan, inovasi HCL ini diharapkan dapat direalisasikan di Indonesia sebagai healthy building. Sebab healthy building merupakan konsep bangunan yang mempertimbangkan aspek kesehatan di dalamnya, termasuk adanya pengaturan tata udara yang sehat dan kecukupan pencahayaan yang baik. Sehingga di situasi pandemi seperti saat ini, konsep healthy building perlu diterapkan sebab mempertimbangkan aspek penularan virus Covid-19.
(mpw)
Lihat Juga :