Mahasiswa ITS Inovasikan Keramba dengan Teknologi Mutakhir
Kamis, 17 Desember 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fakhri, terlepas dari teknologi yang akan diterapkan pada keramba tersebut, sumber energi juga menjadi sebuah aspek yang tidak kalah penting. Sejauh ini pada karya yang mereka buat, sumber energi yang digunakan agar keramba dapat beroperasi adalah energi surya.
“Namun, kami menemukan beberapa alternatif yang lebih murah, hanya saja belum diputuskan akan menggunakan yang mana,” ucap mahasiswa asal Jakarta ini.
Tak tanggung-tanggung, inovasi yang dituangkan dalam sebuah karya tulis ilmiah ini telah berhasil menyabet juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Kanjuruhan, Malang, Oktober lalu.
Untuk memperjelas rencana yang sudah dituangkan dalam karya tulisnya, tim tersebut juga merancang prototype tiga dimensi yang dibuat dari pipa bekas dan botol plastik. Pada prototype ini sumber energi yang digunakan adalah baterai. Prototype ini pun mereka sertakan dalam presentasi video mereka pada lomba tersebut.
Pemuda kelahiran 2001 itu menambahkan, bahwa jika inovasi ini akan diterapkan nantinya, tentinya masih banyak yang perlu dibenahi. Oleh sebab itu, teknologi masih dalam tahap pengembangan agar nantinya bisa beroperasi secara optimal. “Banyak yang perlu dibenahi, dan ada beberapa fitur yang sekiranya akan kami ganti, terutama bagian sumber energinya,” pungkasnya.
“Namun, kami menemukan beberapa alternatif yang lebih murah, hanya saja belum diputuskan akan menggunakan yang mana,” ucap mahasiswa asal Jakarta ini.
Tak tanggung-tanggung, inovasi yang dituangkan dalam sebuah karya tulis ilmiah ini telah berhasil menyabet juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Kanjuruhan, Malang, Oktober lalu.
Untuk memperjelas rencana yang sudah dituangkan dalam karya tulisnya, tim tersebut juga merancang prototype tiga dimensi yang dibuat dari pipa bekas dan botol plastik. Pada prototype ini sumber energi yang digunakan adalah baterai. Prototype ini pun mereka sertakan dalam presentasi video mereka pada lomba tersebut.
Pemuda kelahiran 2001 itu menambahkan, bahwa jika inovasi ini akan diterapkan nantinya, tentinya masih banyak yang perlu dibenahi. Oleh sebab itu, teknologi masih dalam tahap pengembangan agar nantinya bisa beroperasi secara optimal. “Banyak yang perlu dibenahi, dan ada beberapa fitur yang sekiranya akan kami ganti, terutama bagian sumber energinya,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :