Mahasiswa ITS Gagas Wisata Virtual Berbasis Website di Kala Pandemi
Jum'at, 18 Desember 2020 - 23:46 WIB
loading...
Aliyah Ulil Faddila selaku ketua tim saat menunjukkan V-Eco rancangannya timnya. Foto/Dok/Humas ITS
A
A
A
JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini masyarakat masih takut untuk berwisata, meski telah memasuki kehidupan normal baru (new normal). Tim mahasiswa ITS pun merancang suatu inovasi berupa wisata virtual yang diberi nama V-Eco.
Para mahasiswa dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS ini terdiri dari Aliya Ulil Faddila, Sukma Dyah Aini, dan Selvi Aini Mutiara Fadillah. Ketiganya merancang V-Eco karena resah akan sepinya wisatawan di masa pandemi. Apalagi pariwisata yang berbasis Area Model Konservasi dan Edukasi (AMKE). (Baca juga: Unesco Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia )
“Sehingga kami mencoba membuat wisata menjadi lebih aman di saat pandemi dengan konsep virtual ini,” tutur Ketua Tim Aliya Ulil Faddila melalui siaran pers, Jumat (18/12)
Ulil melanjutkan, V-Eco hadir sebagai solusi untuk berbagai permasalahan pariwisata pada saat pandemi di Indonesia. Sebelumnya, Ulil dan tim telah melakukan riset ke salah satu wisata AMKE yakni di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.
“Setelah itu, dilakukan perencanaan pengembangan V-Eco di desa-desa tertinggal yang memiliki tempat wisata di seluruh Indonesia,” jelasnya. (Baca juga: Pantun Warisan Budaya Unesco, Kemendikbud Dorong Guru kenalkan Pantun ke Siswa )
Oro-Oro Ombo merupakan salah satu Das Hulu yang memiliki peran penting. Sebagai upaya konservasi dan edukasi masyarakat tani dalam Kelompok Tani Hutan di daerah Panderman yang mendirikan wisata edukasi herbal.
V-Eco sendiri, menurut Ulil, dirancang dalam bentuk website yang memiliki video virtual dengan fokusan 3D. Nantinya para pengunjung dapat mengakses website-nya dan memilih perjalanan kemana. Para pengunjung akan diajak berkeliling melalui video 3D.
Para mahasiswa dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS ini terdiri dari Aliya Ulil Faddila, Sukma Dyah Aini, dan Selvi Aini Mutiara Fadillah. Ketiganya merancang V-Eco karena resah akan sepinya wisatawan di masa pandemi. Apalagi pariwisata yang berbasis Area Model Konservasi dan Edukasi (AMKE). (Baca juga: Unesco Tetapkan Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia )
“Sehingga kami mencoba membuat wisata menjadi lebih aman di saat pandemi dengan konsep virtual ini,” tutur Ketua Tim Aliya Ulil Faddila melalui siaran pers, Jumat (18/12)
Ulil melanjutkan, V-Eco hadir sebagai solusi untuk berbagai permasalahan pariwisata pada saat pandemi di Indonesia. Sebelumnya, Ulil dan tim telah melakukan riset ke salah satu wisata AMKE yakni di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu.
“Setelah itu, dilakukan perencanaan pengembangan V-Eco di desa-desa tertinggal yang memiliki tempat wisata di seluruh Indonesia,” jelasnya. (Baca juga: Pantun Warisan Budaya Unesco, Kemendikbud Dorong Guru kenalkan Pantun ke Siswa )
Oro-Oro Ombo merupakan salah satu Das Hulu yang memiliki peran penting. Sebagai upaya konservasi dan edukasi masyarakat tani dalam Kelompok Tani Hutan di daerah Panderman yang mendirikan wisata edukasi herbal.
V-Eco sendiri, menurut Ulil, dirancang dalam bentuk website yang memiliki video virtual dengan fokusan 3D. Nantinya para pengunjung dapat mengakses website-nya dan memilih perjalanan kemana. Para pengunjung akan diajak berkeliling melalui video 3D.
Lihat Juga :