Gagasan Sistem Evaluasi PJJ bawa Mahasiswa UI Raih Penghargaan Internasional
Minggu, 20 Desember 2020 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Di tengah masa pandemi COVID-19, PJJ semakin dekat dengan sivitas akademika, serta turut menjadi tulang punggung kegiatan belajar-mengajar. Untuk itu, dalam pelaksanaannya, diperlukan adanya kerangka evaluasi yang jelas dan beralasan.
“Kerangka evaluasi e-learning turut mempertimbangkan aspek organisasi, pedagogi, dan teknologi. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan aspek multidimensi evaluasi e-learning dengan menerapkan Balance Scorecard (BSC) sebagai metode pengukuran strategis,” kata Meilia melalui siaran pers, Sabtu (19/12).
Untuk mengidentifikasi ukuran setiap perspektif, tim melakukan review literatur yang komprehensif dan menggunakan analisis survei. Penelitian ini memperkenalkan kerangka kerja untuk menilai sistem e-learning menggunakan Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) dan BSC.
“Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga perspektif aspek kerangka untuk evaluasi e-learning di Indonesia, yaitu perspektif pengguna, perspektif proses internal, dan perspektif pembelajaran dan pengembangan dengan total 15 kriteria. Perspektif pembelajaran dan pengembangan memiliki prioritas tertinggi. Kriteria dengan prioritas tertinggi dalam perpektif pembelajaran dan pengembangan adalah skalabilitas sistem e-learning,” ujar Erlinda.
Penelitian ini berjalan atas dukungan UI melalui Hibah Publikasi Terindeks Internasional (PUTI) dengan judul makalah penelitian berjudul “Developing a Framework to Evaluate E-Learning System at Higher Education in Indonesia”.neneng zubaidah
“Kerangka evaluasi e-learning turut mempertimbangkan aspek organisasi, pedagogi, dan teknologi. Tujuannya adalah untuk mengkonsolidasikan aspek multidimensi evaluasi e-learning dengan menerapkan Balance Scorecard (BSC) sebagai metode pengukuran strategis,” kata Meilia melalui siaran pers, Sabtu (19/12).
Untuk mengidentifikasi ukuran setiap perspektif, tim melakukan review literatur yang komprehensif dan menggunakan analisis survei. Penelitian ini memperkenalkan kerangka kerja untuk menilai sistem e-learning menggunakan Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) dan BSC.
“Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat tiga perspektif aspek kerangka untuk evaluasi e-learning di Indonesia, yaitu perspektif pengguna, perspektif proses internal, dan perspektif pembelajaran dan pengembangan dengan total 15 kriteria. Perspektif pembelajaran dan pengembangan memiliki prioritas tertinggi. Kriteria dengan prioritas tertinggi dalam perpektif pembelajaran dan pengembangan adalah skalabilitas sistem e-learning,” ujar Erlinda.
Penelitian ini berjalan atas dukungan UI melalui Hibah Publikasi Terindeks Internasional (PUTI) dengan judul makalah penelitian berjudul “Developing a Framework to Evaluate E-Learning System at Higher Education in Indonesia”.neneng zubaidah
(mpw)
Lihat Juga :