Khawatir, Sekolah Tatap Muka Awal Januari Butuh Kajian Cermat
Rabu, 23 Desember 2020 - 02:06 WIB
loading...
A
A
A
Jika memang ada daerah yang tetap membolehkan KBM tatap muka, Ledia menegaskan bahwa keputusan tetap harus mempertimbangkan pendapat dari kepala sekolah dan komite sekolah yang mewakili orang tua. Termasuk jika nantinya memutuskan untuk tetap belajar dari rumah (BDR).
“Yang lebih saya khawatirkan adalah euphoria siswa dengan KBM Tatap Muka karena sudah jenuh BDR. Pengendalian perilaku siswa, guru, orang tua menjadi salah satu kunci keselamatan,” ujar dia.
Demikian juga bila ada sekolah yang menyelenggarakan tatap muka namun orang tua belum mengizinkan anaknya untuk belajar di sekolah. Ledia meminta agar sekolah harus memfasilitasi siswa yang memilih tetap BDR.
Tak hanya itu, Dewan Pembina Yayasan Uswah Ummahat itu menyarankan pemda maupun sekolah perlu memikirkan biaya skrining atau pemeriksaan awal kondisi kesehatan siswa dan guru agar sekolah tidak menjadi klaster baru.
“Pemerintah juga harus secara massif membekali para orang tua untuk mendampingi anak BDR mengingat banyak ortu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan. Juga dimassifkan penjelasan tentang parenting melalui televisi, radio, sosial media bekerja sama dengan organisasi pendidik atau profesi psikologi agar orang tua juga terbekali, bukan terbebani,” tandasnya.
“Yang lebih saya khawatirkan adalah euphoria siswa dengan KBM Tatap Muka karena sudah jenuh BDR. Pengendalian perilaku siswa, guru, orang tua menjadi salah satu kunci keselamatan,” ujar dia.
Demikian juga bila ada sekolah yang menyelenggarakan tatap muka namun orang tua belum mengizinkan anaknya untuk belajar di sekolah. Ledia meminta agar sekolah harus memfasilitasi siswa yang memilih tetap BDR.
Tak hanya itu, Dewan Pembina Yayasan Uswah Ummahat itu menyarankan pemda maupun sekolah perlu memikirkan biaya skrining atau pemeriksaan awal kondisi kesehatan siswa dan guru agar sekolah tidak menjadi klaster baru.
“Pemerintah juga harus secara massif membekali para orang tua untuk mendampingi anak BDR mengingat banyak ortu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan. Juga dimassifkan penjelasan tentang parenting melalui televisi, radio, sosial media bekerja sama dengan organisasi pendidik atau profesi psikologi agar orang tua juga terbekali, bukan terbebani,” tandasnya.
(mpw)
Lihat Juga :