Khawatir, Sekolah Tatap Muka Awal Januari Butuh Kajian Cermat
Rabu, 23 Desember 2020 - 02:06 WIB
loading...
Suasana simulasi belajar mengajar tatap muka di salah satu sekolah dasar di Jawa Barat. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kekhawatiran muncul jelang rencana pembelajaran tatap muka yang mulai aktif kembali pada Januari 2021. Tak hanya sebagian sekolah maupun para orang tua, keresahan itu juga mengular di kalangan legislatif Senayan.
Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah mengusulkan agar pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayan serta pemerintah daerah untuk tidak tergesa-gesa dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah pada awal 2021. Hal itu dilatarbelakangi kasus paparan virus Corona (Covid-19) yang masih tinggi jelang akhir tahun ini. (Baca juga: Salip 45 Negara, Tim Fisika Indonesia Raih 2 Emas 1 Perunggu pada IdPhO 2020 )
Berdasarkan data yang diumumkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga 21 Desember 2020, jumlah kasus positif sudah tembus mencapai 671 ribu orang. Lebih dari 20 ribu orang harus meregang nyawa.
“Jangan memaksakan KBM tatap muka bulan Januari, mengingat masih sangat tinggi kasusnya. Apalagi dikhawatirkan ada lonjakan kasus klaster liburan akhir tahun,” tegas Ledia kepada SINDOnews, Selasa (22/12/2020).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan bahwa pemerintah pusat sudah menyerahkan keputusan KBM tatap muka pada kepada pemerintah daerah (pemda). Sebelum memutuskan untuk membuka kembali kegiatan di sekolah, maka diperlukan kajian dan analisa yang sangat cermat. (Baca juga: Tim Pelajar Indonesia Raih Emas di Kompetisi Robot Dunia )
Anggota Komisi X DPR Ledia Hanifa Amaliah mengusulkan agar pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayan serta pemerintah daerah untuk tidak tergesa-gesa dalam menerapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah pada awal 2021. Hal itu dilatarbelakangi kasus paparan virus Corona (Covid-19) yang masih tinggi jelang akhir tahun ini. (Baca juga: Salip 45 Negara, Tim Fisika Indonesia Raih 2 Emas 1 Perunggu pada IdPhO 2020 )
Berdasarkan data yang diumumkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, hingga 21 Desember 2020, jumlah kasus positif sudah tembus mencapai 671 ribu orang. Lebih dari 20 ribu orang harus meregang nyawa.
“Jangan memaksakan KBM tatap muka bulan Januari, mengingat masih sangat tinggi kasusnya. Apalagi dikhawatirkan ada lonjakan kasus klaster liburan akhir tahun,” tegas Ledia kepada SINDOnews, Selasa (22/12/2020).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menuturkan bahwa pemerintah pusat sudah menyerahkan keputusan KBM tatap muka pada kepada pemerintah daerah (pemda). Sebelum memutuskan untuk membuka kembali kegiatan di sekolah, maka diperlukan kajian dan analisa yang sangat cermat. (Baca juga: Tim Pelajar Indonesia Raih Emas di Kompetisi Robot Dunia )
Lihat Juga :