Peneliti Fakultas Biologi UGM Kembangkan Citra Labu Gama
Kamis, 07 Januari 2021 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Budi menambahkan, Citra LaGa ini tahan terhadap serangan Begomovirus yang banyak menyerang tanaman labu dibandingkan varietas impor. Hasil tersebut diperoleh setelah dilakukan penelitian terhadap empat varietas labu susu yakni varietas dari China, varietas dari Jepang, varietas dari Belanda, dan Citra Laga. Varietas dari China lebih mudah terinfeksi Begomovirus dan diikuti varietas dari Jepang, varietas dari Belanda, dan terakhir varietas Citra LaGa.
“Dengan begitu labu susu Citra LaGa menjadi varietas yang lebih tahan terhadap Begomovirus daripada tiga varietas lainnya,” jelasnya
Budi mengatakan budidaya Citra LaGa sangat potensial dilakukan. Sebab memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga berpotensi besar untuk dijadikan sebagai makanan alternatif. Umumnya, labu susu digunakan sebagai bahan baku tepung untuk bubur bayi atau makanan pendamping ASI, kue, roti, dan bubur yang dikonsumsi saat proses penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan lansia.
“Citra LaGa dapat ditanam di dataran rendah hingga sedang. Tak hanya itu, varietas ini juga bisa dibudidayakan pada lahan-lahan marginal seperti tegalan dan lahan berkapur,” terangnya.
Namun untuk apakah juga bisa dibudidayakan di lahan bekas pertambangan belum bisa memastikan. Sebab belum pernah mencobanya. Karan itu ke depan juga akan mencoba di lahan bekas pertambangan.
“Dengan begitu labu susu Citra LaGa menjadi varietas yang lebih tahan terhadap Begomovirus daripada tiga varietas lainnya,” jelasnya
Budi mengatakan budidaya Citra LaGa sangat potensial dilakukan. Sebab memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga berpotensi besar untuk dijadikan sebagai makanan alternatif. Umumnya, labu susu digunakan sebagai bahan baku tepung untuk bubur bayi atau makanan pendamping ASI, kue, roti, dan bubur yang dikonsumsi saat proses penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan lansia.
“Citra LaGa dapat ditanam di dataran rendah hingga sedang. Tak hanya itu, varietas ini juga bisa dibudidayakan pada lahan-lahan marginal seperti tegalan dan lahan berkapur,” terangnya.
Namun untuk apakah juga bisa dibudidayakan di lahan bekas pertambangan belum bisa memastikan. Sebab belum pernah mencobanya. Karan itu ke depan juga akan mencoba di lahan bekas pertambangan.
(mpw)
Lihat Juga :