Daur Ulang, FKM UI Inisiasi Gerakkan Pengelolaan Sampah di Sekolah
Kamis, 14 Januari 2021 - 23:37 WIB
loading...
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menginisiasi gerakan pengelolaan sampah sekolah. Kegiatan ini bekerjasama dengan SMANU Mohammad Husni Thamrin Jakarta.
Tim Pengmas FKM UI ini dipimpin Dosen Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Dr. Zakianis. Menurut Zakianis, selama masa pandemi peningkatan sampah cukup signifikan. Saat ini dirasa menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar mengenai pengolahan sampah yang baik. Baca juga: Mahasiswa ITB Raih Best Paper di Geo Student Competition 2020
"Menurut data dari Bank Dunia, sebanyak 69% sampah di Indonesia berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sedangkan hanya 7% yang didaur ulang pada 2016. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan sampah yang baik," katanya melalui siaran pers, Kamis (14/1).
Dia menuturkan, pengolahan sampah tidak harus selalu dilakukan oleh Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Namun pengolahan sampah dapat pula dilakukan dari tingkat individu. Hal ini bisa dilakukan jika masyarakat mendapat edukasi yang baik tentang caranya pengolahannya.
SMANU M.H. Thamrin merupakan sekolah berasrama yang memiliki timbunan sampah harian lebih banyak dibandingkan SMA negeri lain. Tim menggelar penyuluhan daring tentang pengelolaan sampah yang mengedukasi pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah menjadi kompos, dan praktik pemilahan dan pengolahan tersebut di lingkungan rumah. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Tim Pengmas FKM UI ini dipimpin Dosen Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI Dr. Zakianis. Menurut Zakianis, selama masa pandemi peningkatan sampah cukup signifikan. Saat ini dirasa menjadi momen yang tepat untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar mengenai pengolahan sampah yang baik. Baca juga: Mahasiswa ITB Raih Best Paper di Geo Student Competition 2020
"Menurut data dari Bank Dunia, sebanyak 69% sampah di Indonesia berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sedangkan hanya 7% yang didaur ulang pada 2016. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan sampah yang baik," katanya melalui siaran pers, Kamis (14/1).
Dia menuturkan, pengolahan sampah tidak harus selalu dilakukan oleh Tempat Pengolahan Sampah (TPS). Namun pengolahan sampah dapat pula dilakukan dari tingkat individu. Hal ini bisa dilakukan jika masyarakat mendapat edukasi yang baik tentang caranya pengolahannya.
SMANU M.H. Thamrin merupakan sekolah berasrama yang memiliki timbunan sampah harian lebih banyak dibandingkan SMA negeri lain. Tim menggelar penyuluhan daring tentang pengelolaan sampah yang mengedukasi pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah menjadi kompos, dan praktik pemilahan dan pengolahan tersebut di lingkungan rumah. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Lihat Juga :