Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah Masker Sekali Pakai
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:49 WIB
loading...
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jumlah kasus Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya menimbulkan konsekuensi pada menumpuknya limbah masker sekali pakai. Guna mengatasi permasalahan tersebut, duet mahasiswa ITS merancang Zero Mask Waste Box sebagai tempat sampah pengolahan limbah masker sekali pakai.
Kedua mahasiswa Avelyne Christianti dan Rosalia Kurniasari ini berasal dari Departemen Teknik Kimia dan Departemen Teknik Sipil. Menurut Ketua Tim Rosalia Kurniasari, gagasan ini berawal dari kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah masker sekali pakai. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Ditambah tahapan pengolahan yang rumit dan banyak menjadi salah satu penyebab masyarakat lebih memilih untuk membuangnya secara langsung tanpa dilakukan pengolahan. “Hal ini dikhawatirkan menjadi media transmisi virus,” katanya melalui siaran pers, Kamis (14/1).
Permasalahan ini membutuhkan inovasi untuk limbah masker sekali pakai agar tidak bercampur dengan sampah domestik lainnya. Sehingga dibuatnya Zero Mask Waste Box ini dimaksudkan untuk mengurangi peningkatan risiko penularan Covid-19.
“Dengan demikian, ide utama yang harus diangkat adalah tempat sampah pengolahan limbah masker yang praktis dan sederhana sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19,” paparnya. Baca juga: Ini Mahasiswa Program Doktor, Magister dan Profesi Termuda di ITB
Kedua mahasiswa Avelyne Christianti dan Rosalia Kurniasari ini berasal dari Departemen Teknik Kimia dan Departemen Teknik Sipil. Menurut Ketua Tim Rosalia Kurniasari, gagasan ini berawal dari kurangnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan limbah masker sekali pakai. Baca juga: Alumni IPB Ini Berbagi Resep Sukses Berkarir di Kancah Internasional
Ditambah tahapan pengolahan yang rumit dan banyak menjadi salah satu penyebab masyarakat lebih memilih untuk membuangnya secara langsung tanpa dilakukan pengolahan. “Hal ini dikhawatirkan menjadi media transmisi virus,” katanya melalui siaran pers, Kamis (14/1).
Permasalahan ini membutuhkan inovasi untuk limbah masker sekali pakai agar tidak bercampur dengan sampah domestik lainnya. Sehingga dibuatnya Zero Mask Waste Box ini dimaksudkan untuk mengurangi peningkatan risiko penularan Covid-19.
“Dengan demikian, ide utama yang harus diangkat adalah tempat sampah pengolahan limbah masker yang praktis dan sederhana sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19,” paparnya. Baca juga: Ini Mahasiswa Program Doktor, Magister dan Profesi Termuda di ITB
Lihat Juga :