Belajar Jarak Jauh karena Corona, Taruna STMKG Dituntut Terus Berinovasi
Jum'at, 15 Mei 2020 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
"Hal ini menjadikan para Taruna dapat berpikir kritis dan tergerak untuk melakukan inovasi terkait keilmuan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta menerapkan ilmunya dengan kegiatan pengamatan di lingkungan tempat tinggal mereka," tambahnya.
Menurut Nyoman, sistem pengajaran secara virtual di STMKG pada masa pandemik ini, sudah melalui kajian kolaborasi antara Kaprodi, Satuan Penjamin Mutu dan Satuan Pengawas Internal serta pengawasan langsung oleh Ketua STMKG.
"Hal ini bertujuan agar tetap bisa dipastikan bahwa materi pembelajaran telah tersampaikan dengan baik, sehingga tujuan utama untuk menghasilkan kualitas lulusan STMKG tetap terjaga," ujarnya.
Sementara itu, untuk para dosen dan tenaga pendidik diharapkan juga dapat mengembangkan inovasi dalam menyampaikan ilmunya kepada para Taruna.
"Dalam kondisi normal, para dosen lebih banyak melakukan tatap muka di kelas, namun dengan kondisi saat ini, mengharuskan untuk lebih berinovasi dalam hal menyampaikan bahan ajarnya, pengajaran secara virtual mewajibkan semua dosen maupun taruna untuk dapat menguasai teknologi komunikasi dan teknologi jaringan, agar penyampaian materi dapat dilaksanakan dengan baik," jelas Nyoman.
Menurut Nyoman, sistem pengajaran secara virtual di STMKG pada masa pandemik ini, sudah melalui kajian kolaborasi antara Kaprodi, Satuan Penjamin Mutu dan Satuan Pengawas Internal serta pengawasan langsung oleh Ketua STMKG.
"Hal ini bertujuan agar tetap bisa dipastikan bahwa materi pembelajaran telah tersampaikan dengan baik, sehingga tujuan utama untuk menghasilkan kualitas lulusan STMKG tetap terjaga," ujarnya.
Sementara itu, untuk para dosen dan tenaga pendidik diharapkan juga dapat mengembangkan inovasi dalam menyampaikan ilmunya kepada para Taruna.
"Dalam kondisi normal, para dosen lebih banyak melakukan tatap muka di kelas, namun dengan kondisi saat ini, mengharuskan untuk lebih berinovasi dalam hal menyampaikan bahan ajarnya, pengajaran secara virtual mewajibkan semua dosen maupun taruna untuk dapat menguasai teknologi komunikasi dan teknologi jaringan, agar penyampaian materi dapat dilaksanakan dengan baik," jelas Nyoman.
Lihat Juga :