Ornamen Header
Dukung Program Pemerintah, SEAQIL Inisiasi Klub Literasi Sekolah
Dukung Program Pemerintah, SEAQIL Inisiasi Klub Literasi Sekolah
Direktur SEAQIL, Dr Luh Anik Mayani saat memperkenalkan Klub Literasi Sekolah (KLS) di Jakarta, Selasa (19/1). Foto/Dok/Humas
JAKARTA - SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) memulai tahun 2021 dengan inisiasi program Klub Literasi Sekolah (KLS). KLS sebagai dukungan pada program pemerintah dalam pemajuan literasi di Indonesia, yakni Gerakan Literasi Nasional (2017) and Asesmen Nasional (2021).

Direktur SEAQIL, Dr Luh Anik Mayani mengatakan, dalam konteks literasi yang dinamis menghadapi era disrupsi, pemajuan literasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu fokus utama SEAQIL. “Dengan adanya inisiatif pembentukan Klub Literasi Sekolah, SEAQIL berharap dapat memberikan dukungan nyata pada program pemerintah dalam pemajuan literasi di Indonesia, yakni Gerakan Literasi Nasional (2017), serta pemuatan literasi dalam komponen penilaian Asesmen Nasional (2021),” kata Luh Anik Maryani saat memperkenalkan KLS di Jakarta, Selasa (19/1). Baca juga: UNS Buka 5 Jalur di Seleksi Mandiri dengan Kuota 50 Persen

Ia menambahkan, SEAQIL berkomitmen untuk mendukung pengembangan Literasi dengan berbagai modelnya. “Baik Literasi Baca dan Tulis, serta Literasi lainnya,” ujarnya dalam keterangan elektronik yang diterima SINDOnews, Selasa.

Luh Anik Mayani mengungkapkan bahwa KLS diharapkan dapat mengintegrasikan tercapainya beberapa tujuan, yaitu (1) meningkatkan budaya literasi baca-tulis/tutur siswa; (2) meningkatkan kemampuan 4C siswa yang dituntut pada abad ke-21, yaitu berpikir kritis, kolaboratif, kreatif, dan komunikatif; (3) mengasah kemampuan siswa berbahasa asing; (4) mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka; serta (5) memperluas jejaring kemitraan.



Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr Misbah Fikrianto, menambahkan bahwa KLS sebagai implementasi kerja sama SEAQIL dengan Dinas Pendidikan Provinsi akan menjadi program rintisan yang dapat dikembangkan dan berdampingan dengan kegiatan lainnya. Baca juga: Hari Ini, Jumlah Siswa Eligible untuk Mendaftar SNMPTN Capai 169.681 Peserta

“Tujuan tersebut kemudian direalisasikan menjadi kegiatan konkret dengan hasil produk yang akan melibatkan sekolah, guru, siswa, mahasiswa, praktisi komunitas literasi, media massa, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Misbah.

Ia mengemukakan, KLS akan dilaksanakan dalam satu siklus yang berdurasi tiga bulan. Siswa anggota KLS akan membaca satu buku atau menghasilkan suatu karya dengan tema tertentu, seperti karya sastra, pertunjukan seni, karya jurnalistik ataupun poster. “Selama prosesnya, komitmen dari seluruh pihak akan menentukan keberlangsungan dari KLS,” tuturnya.



Melalui program ini, kata dia, sekolah akan berperan aktif dalam membentuk KLS; komunitas literasi dan media massa akan berperan aktif dalam melatih mahasiswa menjadi instruktur/pendamping KLS; perguruan tinggi dan mahasiswa akan berperan aktif menjadi pendamping/instruktur KLS; siswa tentu akan berperan aktif dalam meningkatkan minat dan literasi baca-tulis/tutur mereka; sedangkan SEAQIL akan berperan aktif menjadi koordinator dan fasilitator kegiatan KLS.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!