Ahmad Baedowi: Tata Kelola Pendidikan Nasional Harus Diperbaiki

Kamis, 21 Januari 2021 - 20:43 WIB
loading...
Ahmad Baedowi: Tata...
Direktur Eksekutif Sekolah Sukma Bangsa Ahmad Baedowi. Foto/SINDOnews/Neneng Zubaidah
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk melakukan perbaikan pada tata kelola pendidikan nasional. Salah satunya dengan melihat kembali perundang-undangan terkait pendidikan nasional dan mengevaluasinya.

Direktur Eksekutif Sekolah Sukma Bangsa Ahmad Baedowi mengatakan, keinginan agar guru bisa berkembang dengan baik, ataupun mewujudkan ekosistem sekolah sebagai tempat belajar bersama tidak akan tercapai jika tata kelola pendidikan masih belum baik. Baca juga: Catatan Kritis untuk Pengelolaan Guru dan Tata Kelola Pendidikan Nasional

Oleh karena itu, dia mengatakan, antara MPR/DPR dan kementerian harus bisa duduk bareng untuk membedah mengenai tata kelola pendidikan nasional ini. "Membuat tim adhoc untuk mengevaluasi dan merevisi UU yang semuanya saling berkaitan," katanya saat memberikan kata penutup pada acara Polemik Guru Honorer dan Tata Kelola Pendidikan Nasional yang disiarkan daring, Rabu (20/1).

Dia berpandangan, UU yang perlu dievaluasi ialah UU Sisdiknas. Lalu UU Guru dan Dosen yang seharusnya dipisah, UU Otonomi Daerah dan UU ASN. Selain itu juga, dia menyebut tentang UU soal distribusi anggaran pendidikan. Baedowi menilai, semua perundang-undangan itu harus didudukkan bersama dan dilihat kembali kewenangannya. Misalkan kalau menyangkut soal guru itu siapa yang harus bertanggung jawab.

"Saya kira keharusan membedah itu sebagai bagian step pertama untuk tata kelola yang lebih bertanggung jawab dan transparan adalah legal standing yang mesti kita perbaiki," jelas Baedowi. Baca juga: PAUD, Pendidikan Difabel dan Informal Wajib Masuk PJP Nasional

Menurut Baedowi, jika legal standing mengenai pendidikan nasional ini tidak dibenahi maka dunia pendidikan akan menemui masalah yang sama. Misalkan polemik tentang guru honorer.

Dia berpandangan, jika terkait dengan guru tanggung jawabnya itu berada di Kemendikbud. Mulai dari pengangkatan, pemberhentian, jenjang karir, distribusi hingga pelatihan seharusnya menjadi satu di Kemendikbud. Terlebih Kemendikbud pun memiliki jejaring di daerah misalnya dengan adanya perguruan tinggi untuk memastikan guru itu bisa meningkat mutunya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Haru Sitimah,...
Kisah Haru Sitimah, Guru SD di Kudus yang Tetap Mengajar di Tengah Keterbatasan
Dirjen GTK Tegaskan...
Dirjen GTK Tegaskan Guru Non-ASN Tak Diberhentikan, SE Nomor 7/2026 Beri Kepastian Mengajar
P2G Desak Pemerintah...
P2G Desak Pemerintah Tak Pecat 200 Ribu Guru Honorer usai Terbit SE Mendikdasmen 2026
Nasib Guru Non-ASN,...
Nasib Guru Non-ASN, Kemendikdasmen Pastikan Tetap Mengajar dan Berpeluang Jadi ASN
97.122 Guru Kemenag...
97.122 Guru Kemenag Lulus Sertifikasi, Berhak Dapat Tunjangan Profesi
Relaksasi Dana BOSP...
Relaksasi Dana BOSP 2026, Kemendikdasmen Izinkan Sekolah Bayar Honor Guru Non ASN
Komdigi Siapkan Roadmap...
Komdigi Siapkan Roadmap AI, Pesantren Didorong Jadi Jangkar Moral Sosial
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru Honorer dalam Seleksi PPPK
Rekomendasi
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Berita Terkini
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Kemendikdasmen Dukung...
Kemendikdasmen Dukung SE KPK untuk Cegah Korupsi dan Gratifikasi di SPMB 2026
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved