Ukir Sejarah, Unair Sebar 2.148 Mahasiswa Peserta KKN di 24 Provinsi
Minggu, 07 Februari 2021 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, kegiatan secara offline tetap dapat dilakukan. Namun, dengan catatan wajib menegakkan protokol kesehatan yang ketat. “Sosialisasi berupa penyuluhan yang mengumpulkan banyak orang bisa dilakukan secara online,” jelasnya.
Baca juga: Keren, Dosen ITS Ciptakan Robot Hybrid Bantu Dokter dalam Operasi Tulang
Sementara itu, kegiatan KKN yang berlangsung sejak 17 Januari 2021 itu memiliki empat bidang garap utama. Di antaranya, yakni Bidang Kesehatan yang fokus pada COVID-19 dan vaksinasi, serta Bidang Pendidikan dengan pemberantasan buta aksara.
Ada pula Bidang Pemberdayaan Ekonomi dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga di masa pandemi. Serta Bidang Lingkungan dengan eco-green dan eco-tourism. “Program kerjanya ini berbeda dari pelaksanaan sebelum-sebelumnya. Kita membuat program-program unggulan ini sesuai arahan Rektor, supaya lebih terarah sesuai kebutuhan saat ini,” jelasnya.
Bagi Gadis, dampak Pandemi COVID-19 justru menjadi hal yang positif bagi pelaksanaan KKN-BBM ke-63. Sebab, keberadaan dan kemanfaatan mahasiswa dapat tersebar di seluruh Indonesia. “Kegiatan KKN kali ini bisa disebut KKN Nasional, walaupun 80 persen ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Baca juga: Keren, Dosen ITS Ciptakan Robot Hybrid Bantu Dokter dalam Operasi Tulang
Sementara itu, kegiatan KKN yang berlangsung sejak 17 Januari 2021 itu memiliki empat bidang garap utama. Di antaranya, yakni Bidang Kesehatan yang fokus pada COVID-19 dan vaksinasi, serta Bidang Pendidikan dengan pemberantasan buta aksara.
Ada pula Bidang Pemberdayaan Ekonomi dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga di masa pandemi. Serta Bidang Lingkungan dengan eco-green dan eco-tourism. “Program kerjanya ini berbeda dari pelaksanaan sebelum-sebelumnya. Kita membuat program-program unggulan ini sesuai arahan Rektor, supaya lebih terarah sesuai kebutuhan saat ini,” jelasnya.
Bagi Gadis, dampak Pandemi COVID-19 justru menjadi hal yang positif bagi pelaksanaan KKN-BBM ke-63. Sebab, keberadaan dan kemanfaatan mahasiswa dapat tersebar di seluruh Indonesia. “Kegiatan KKN kali ini bisa disebut KKN Nasional, walaupun 80 persen ada di Jawa Timur,” ujarnya.
Lihat Juga :