Tingginya Bencana di Indonesia, UI Buka Prodi Magister Manajemen Bencana
Senin, 01 Maret 2021 - 21:57 WIB
loading...
Kampus Universitas Indonesia. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia (UI) membuka program studi (prodi) baru pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, yaitu prodi Magister Manajemen Bencana (MMB).
Pembukaan prodi tersebut dilatarbelakangi adanya kebutuhan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam hal pelaksanaan manajemen bencana. Direktur SIL UI Tri Edhi Budhi Soesilo mengatakan, pembukaan prodi MMB ini selaras dengan misi SIL. Yaitu dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidang ilmu pengetahuan lingkungan yang dapat mengembangkan peranan, pelayanan, dan penampilan profesional SDM.
Baca juga: 6 Perguruan Tinggi Indonesia-Inggris Kolaborasi Riset Varian Covid-19
“Prodi Magister Manajemen Bencana diharapkan dapat memberikan darmabakti kepada pemangku kepentingan dan masyarakat berupa pengembangan ilmu pengetahuan, analisis, dan pemecahan masalah bencana dengan pendekatan ilmu manajemen bencana secara inter dan multidisiplin,” katanya melalui siaran pers, Senin (1/3).
Koordinator Pendirian Prodi MMB SIL Fatmah menjelaskan tingginya angka kejadian bencana di Indonesia sejak gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 lalu hingga saat munculnya Covid-19, mendorong perlunya upaya manajemen bencana.
Pembukaan prodi tersebut dilatarbelakangi adanya kebutuhan pemangku kepentingan dan masyarakat dalam hal pelaksanaan manajemen bencana. Direktur SIL UI Tri Edhi Budhi Soesilo mengatakan, pembukaan prodi MMB ini selaras dengan misi SIL. Yaitu dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten di bidang ilmu pengetahuan lingkungan yang dapat mengembangkan peranan, pelayanan, dan penampilan profesional SDM.
Baca juga: 6 Perguruan Tinggi Indonesia-Inggris Kolaborasi Riset Varian Covid-19
“Prodi Magister Manajemen Bencana diharapkan dapat memberikan darmabakti kepada pemangku kepentingan dan masyarakat berupa pengembangan ilmu pengetahuan, analisis, dan pemecahan masalah bencana dengan pendekatan ilmu manajemen bencana secara inter dan multidisiplin,” katanya melalui siaran pers, Senin (1/3).
Koordinator Pendirian Prodi MMB SIL Fatmah menjelaskan tingginya angka kejadian bencana di Indonesia sejak gempa dan tsunami di Aceh pada 2004 lalu hingga saat munculnya Covid-19, mendorong perlunya upaya manajemen bencana.
Lihat Juga :