Wakili Indonesia, Dosen Unusa Bedah Problematika Pangan di Forum Internasional
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:50 WIB
loading...
Wardah Alkatiri, menjadi pembicara di forum International Sociological Association (ISA). Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Ir. Wardah Alkatiri, menjadi pembicara di forum International Sociological Association (ISA) yang digelar di Porto Alegre, Brazil, 23-28 Februari 2021.
Wardah menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia dalam acara yang diikuti 125 negara tersebut. Dari Indonesia hanya 2 orang yang lolos, yakni Dosen Unusa dan Dosen Universitas Indonesia (UI).
Baca juga: 15 Kampus Terbaik Asia-Asia Tenggara Bidang Pertanian dan Kehutanan versi QS WUR
Forum ISA ini membahas tentang peran sosiologi yang semakin dibutuhkan di dunia. Dimana saat ini dunia sedang dihadapkan pada beragam masalah yang mendesak seperti pandemi COVID-19, bencana alam, kerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, dan berbagai masalah yang menjadi isu Internasional.
Dalam kesempatan itu, Wardah membedah tulisannya tentang Food in the Anthropocene. Secara detail dirinya meninjau problematika pangan di era krisis Anthropocene, yaitu era dimana alam sudah betul-betul berubah akibat aktivitas manusia.
Wardah menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia dalam acara yang diikuti 125 negara tersebut. Dari Indonesia hanya 2 orang yang lolos, yakni Dosen Unusa dan Dosen Universitas Indonesia (UI).
Baca juga: 15 Kampus Terbaik Asia-Asia Tenggara Bidang Pertanian dan Kehutanan versi QS WUR
Forum ISA ini membahas tentang peran sosiologi yang semakin dibutuhkan di dunia. Dimana saat ini dunia sedang dihadapkan pada beragam masalah yang mendesak seperti pandemi COVID-19, bencana alam, kerusakan lingkungan, kesenjangan sosial, dan berbagai masalah yang menjadi isu Internasional.
Dalam kesempatan itu, Wardah membedah tulisannya tentang Food in the Anthropocene. Secara detail dirinya meninjau problematika pangan di era krisis Anthropocene, yaitu era dimana alam sudah betul-betul berubah akibat aktivitas manusia.
Lihat Juga :