Universitas Pertamina Gandeng Industri Kembangkan Ilmu Teknologi Geospasial
Sabtu, 13 Maret 2021 - 23:26 WIB
loading...
Gedung Universitas Pertamina. Foto/Dok/Humas UP
A
A
A
JAKARTA - Memasuki musim penghujan tahun 2021, warga di berbagai penjuru tanah air kembali mengalami bencana alam seperti longsor dan banjir. Diperparah dengan kondisi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, sehingga dampak kerugian dirasa lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kamar Dagang dan Industri Indonesia DKI Jakarta misalnya, memperkirakan kerugian para pengusaha akibat banjir mencapai 30 hingga 40 miliar rupiah. Hal ini terutama disebabkan karena terganggunya pasokan logistik.
Baca juga: Pertahankan Ranking Dunia, FKUI Masih yang Terbaik di Indonesia
Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021, menyatakan bahwa Indonesia termasuk ke dalam 35 negara paling rawan bencana di dunia. Guna mengantisipasi potensi bencana di masa depan, menurut Jokowi, diperlukan strategi manajemen kebencanaan yang bersifat preventif dengan fokus pengurangan risiko bencana, dilakukan secara multisektoral dan desentralisasi sebagai tanggung jawab bersama.
Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Pertamina sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada riset aplikatif, menggandeng PT ESRI Indonesia untuk melakukan kajian potensi kebencanaan di Indonesia. Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berbasis pengembangan ilmu teknologi geospasial.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. IGN Wiratmaja, Ph.D, mengatakan bahwa Universitas Pertamina memiliki program studi yang fokus pada pengembangan ilmu geografi dan geoscience. Di dalam kurikulumnya juga terdapat mata kuliah Mitigasi Bencana. “Jika disinergikan dengan industri, maka permasalahan yang ada di lapangan akan mengalir ke level akademik untuk dikaji dan diteliti dengan metode keilmuan. Ini akan membentuk siklus continuous learning,” sambungnya dalam wawancara selepas penandatanganan Nota Kesepahaman secara daring, Jumat (12/3).
Baca juga: Unpad Masuk 500 Kampus Terbaik Dunia versi THE Emerging Economics 2021
Kamar Dagang dan Industri Indonesia DKI Jakarta misalnya, memperkirakan kerugian para pengusaha akibat banjir mencapai 30 hingga 40 miliar rupiah. Hal ini terutama disebabkan karena terganggunya pasokan logistik.
Baca juga: Pertahankan Ranking Dunia, FKUI Masih yang Terbaik di Indonesia
Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021, menyatakan bahwa Indonesia termasuk ke dalam 35 negara paling rawan bencana di dunia. Guna mengantisipasi potensi bencana di masa depan, menurut Jokowi, diperlukan strategi manajemen kebencanaan yang bersifat preventif dengan fokus pengurangan risiko bencana, dilakukan secara multisektoral dan desentralisasi sebagai tanggung jawab bersama.
Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Pertamina sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada riset aplikatif, menggandeng PT ESRI Indonesia untuk melakukan kajian potensi kebencanaan di Indonesia. Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berbasis pengembangan ilmu teknologi geospasial.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. IGN Wiratmaja, Ph.D, mengatakan bahwa Universitas Pertamina memiliki program studi yang fokus pada pengembangan ilmu geografi dan geoscience. Di dalam kurikulumnya juga terdapat mata kuliah Mitigasi Bencana. “Jika disinergikan dengan industri, maka permasalahan yang ada di lapangan akan mengalir ke level akademik untuk dikaji dan diteliti dengan metode keilmuan. Ini akan membentuk siklus continuous learning,” sambungnya dalam wawancara selepas penandatanganan Nota Kesepahaman secara daring, Jumat (12/3).
Baca juga: Unpad Masuk 500 Kampus Terbaik Dunia versi THE Emerging Economics 2021
Lihat Juga :