Universitas Pertamina Gandeng Industri Kembangkan Ilmu Teknologi Geospasial
Sabtu, 13 Maret 2021 - 23:26 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, Universitas Pertamina membuka kesempatan bagi siswa-siswi dari seluruh Indonesia melalui pendaftaran seleksi nilai rapor Tahun Akademik 2021/2022. Pendaftaran untuk seleksi non tes tersebut telah dibuka sejak tanggal 17 Februari hingga 21 Maret 2021 mendatang. Peserta seleksi dapat memilih empat program studi disesuaikan dengan kelompok ujian dan latar belakang pendidikan SMA/SMK/sederajat yang tengah ditempuh. Informasi terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran/
CEO PT ESRI Indonesia, Achmad Istamar, mengungkapkan bahwa manajemen bencana sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian material dan korban jiwa. "Dalam menjalankan manajemen bencana, PT ESRI Indonesia berfokus pada survey lokasi dan analisa data mendalam. Hasil analisa dalam bentuk peta ini kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui website dan aplikasi yang dapat diakses dengan gawai. Sehingga, masyarakat di daerah rawan bencana akan lebih siap dan waspada," ujar Achmad.
Ke depannya, PT ESRI Indonesia dan Universitas Pertamina akan melakukan kegiatan tridarma terkait pengembangan ilmu teknologi geospasial. Data geospasial menurut Achmad, diperlukan untuk menyusun kebijakan yang tepat, salah satunya dalam manajemen kebencanaan. “Kami akan memberikan lisensi software geospasial yang dapat digunakan oleh sivitas Universitas Pertamina untuk kegiatan penelitian,” lanjutnya.
Selain berfokus pada penyiapan peta bencana berdasarkan historical, menurut Prof Wirat, juga penting dalam manajemen bencana untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan cepat. “Sebagai unsur yang dekat dengan masyarakat, SDM di Universitas Pertamina diharapkan dapat membantu proses recovery ini," tutupnya.
CEO PT ESRI Indonesia, Achmad Istamar, mengungkapkan bahwa manajemen bencana sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian material dan korban jiwa. "Dalam menjalankan manajemen bencana, PT ESRI Indonesia berfokus pada survey lokasi dan analisa data mendalam. Hasil analisa dalam bentuk peta ini kemudian dibagikan kepada masyarakat melalui website dan aplikasi yang dapat diakses dengan gawai. Sehingga, masyarakat di daerah rawan bencana akan lebih siap dan waspada," ujar Achmad.
Ke depannya, PT ESRI Indonesia dan Universitas Pertamina akan melakukan kegiatan tridarma terkait pengembangan ilmu teknologi geospasial. Data geospasial menurut Achmad, diperlukan untuk menyusun kebijakan yang tepat, salah satunya dalam manajemen kebencanaan. “Kami akan memberikan lisensi software geospasial yang dapat digunakan oleh sivitas Universitas Pertamina untuk kegiatan penelitian,” lanjutnya.
Selain berfokus pada penyiapan peta bencana berdasarkan historical, menurut Prof Wirat, juga penting dalam manajemen bencana untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan cepat. “Sebagai unsur yang dekat dengan masyarakat, SDM di Universitas Pertamina diharapkan dapat membantu proses recovery ini," tutupnya.
(mpw)
Lihat Juga :