Kemendikbud Luncurkan Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia
Senin, 29 Maret 2021 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Aris menambahkan, program KMMI ini muncul berbasis pada 3 tren makro. Pertama permintaan pesat untuk pendidikan tersier berkualitas tinggi di masyarakat. Lalu, transformasi digital terjadi di banyak industri sehingga perubahan ini membuat kesenjangan keterampilan antara lulusan perguruan tinggi dengan dunia kerja dan industry.
Tren ketiga adalah digitalisasi sektor pendidikan tinggi sehingga memudahkan mahasiswa mengakses di dalam dan di luar peguruan tinggi. “Semoga dengan adaya program KMMI tidak ada lagi batasan belajar atau apapun dan dimanapun dan kata merdeka dalam program MBKM semakin menjadi kenyataan,” ujarnya.
Kegiatan KMMI ini menjadi bagian kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Perhitungan ekuivalensi SKS didasarkan pada luaran program KMMI yang diikuti dan disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan yang ada di kurikulum program studi masing-masing peguruan tinggi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait program KMMI, akan dilaksanakan sosialisasi kepada PTN dan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah I-XVI mulai 26 Maret 2021-31 Maret 2021 yang dilaksanakan secara daring melalui telekonferensi Zoom dan kanal Youtube Ditjen Dikti.
Tren ketiga adalah digitalisasi sektor pendidikan tinggi sehingga memudahkan mahasiswa mengakses di dalam dan di luar peguruan tinggi. “Semoga dengan adaya program KMMI tidak ada lagi batasan belajar atau apapun dan dimanapun dan kata merdeka dalam program MBKM semakin menjadi kenyataan,” ujarnya.
Kegiatan KMMI ini menjadi bagian kegiatan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. Perhitungan ekuivalensi SKS didasarkan pada luaran program KMMI yang diikuti dan disesuaikan dengan capaian pembelajaran lulusan yang ada di kurikulum program studi masing-masing peguruan tinggi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait program KMMI, akan dilaksanakan sosialisasi kepada PTN dan PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah I-XVI mulai 26 Maret 2021-31 Maret 2021 yang dilaksanakan secara daring melalui telekonferensi Zoom dan kanal Youtube Ditjen Dikti.
(mpw)
Lihat Juga :