Permudah Lulusan Sarjana Cari Kerja, Ini Langkah Ditjen Dikti Kemendikbud
Selasa, 30 Maret 2021 - 12:25 WIB
loading...
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam. Foto/SINDOnews/Neneng Zubaidah
A
A
A
JAKARTA - Kemendikbud melalui Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) telah meluncurkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka . Dimana implementasinya dijalankan melalui 8 program yang salah satunya adalah Magang Berkualitas dan Studi Independen (MBSI).
Program MBSI ini dilatarbelakangi fenomena paradoksal yang kerap dihadapi, yakni begitu banyaknya jumlah para pencari kerja di Indonesia, namun di sisi lain ada banyak lowongan kerja yang perlu diisi SDM.
Baca juga: Gelar 'Job Fair Online', UIN Jakarta Tawarkan Ratusan Lowongan Kerja dan Beasiswa
Hal ini dibuktikan dari data Kementerian Ketenagakerjaan Agustus 2020 yang menunjukkan adanya 9,77 juta pengangguran terbuka (semua lulusan) dan masih banyak peluang kerja yang dibuka di berbagai kanal sampai 2021.
Di samping itu, perusahaan juga kerap mengalami kekecewaan karena mendapati tingkat kehadiran yang rendah pada tahap seleksi dan tidak bisa mendapatkan SDM yang sesuai dengan keinginan.
Sesuai latar belakang tersebut, Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam berpendapat para pencari kerja tanpa lelah melamar lowongan dan mengikuti acara-acara pengembangan diri agar menaikkan daya saing dan daya jual di mata employer.
Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia
Program MBSI ini dilatarbelakangi fenomena paradoksal yang kerap dihadapi, yakni begitu banyaknya jumlah para pencari kerja di Indonesia, namun di sisi lain ada banyak lowongan kerja yang perlu diisi SDM.
Baca juga: Gelar 'Job Fair Online', UIN Jakarta Tawarkan Ratusan Lowongan Kerja dan Beasiswa
Hal ini dibuktikan dari data Kementerian Ketenagakerjaan Agustus 2020 yang menunjukkan adanya 9,77 juta pengangguran terbuka (semua lulusan) dan masih banyak peluang kerja yang dibuka di berbagai kanal sampai 2021.
Di samping itu, perusahaan juga kerap mengalami kekecewaan karena mendapati tingkat kehadiran yang rendah pada tahap seleksi dan tidak bisa mendapatkan SDM yang sesuai dengan keinginan.
Sesuai latar belakang tersebut, Dirjen Dikti Kemendikbud Nizam berpendapat para pencari kerja tanpa lelah melamar lowongan dan mengikuti acara-acara pengembangan diri agar menaikkan daya saing dan daya jual di mata employer.
Baca juga: Kemendikbud Luncurkan Program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia
Lihat Juga :