BWI akan Masukan Wakaf ke Kurikulum Sekolah Tingkat Dasar Sampai Perguruan Tinggi
Rabu, 31 Maret 2021 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengakui, selama ini wakaf tidak masuk menjadi materi pembelajaran di sekolah-sekolah umum seperti SD, SMP, dan SMA. “Di SD, SMP, SMA belum ada pelajaran wakaf sampai di perguruan tinggi belum ada. Oleh karena itu kami telah bersepakat untuk memasukkan muatan wakaf dalam kurikulum SD, SMP sampai perguruan tinggi. Tentu tingkat muatan ajarnya berbeda karena tingkat pengetahuan juga berbeda, kalau sudah perguruan tinggi mungkin mereka sudah ada kemampuan mengelola wakaf,” ungkapnya.
Baca juga: SNMPTN 2021: Inilah 10 Prodi UIN Jakarta dengan Peminat Terbanyak
Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan percobaan menyodorkan materi wakaf kepada kalangan anak muda di kampus. Responsnya sangat baik bahkan anak muda dinilai bisa menjadi penggerak lembaga keuangan syariah seperti BWI.
Dikatakan, BWI memiliki program ‘wakaf goes to campus’. Program itu adalah kegiatan sosialisasi berkala kepada mahasiswa di beberapa kampus di Indonesia dan hasil dari program tersebut sangat memuaskan. “Ternyata mereka lebih paham. Dan berwakaf itu mudah. Untuk itu kita dorong untuk dibiasakan, pembiasaan setiap Jumat minimal berwakaf lima ribu atau 10 ribu rupiah,” tuturnya.
Nuh tidak menafikan, wakaf bisa menjadi mata kuliah tersendiri di perguruan tinggi sebab sudah memenuhi syarat. Misalnya di Indonesia ada banyak lembaga keuangan syariah yang sangat banyak, akademisi ekonomi syariah, dan juga praktisi ekonomi syariah.
Baca juga: SNMPTN 2021: Inilah 10 Prodi UIN Jakarta dengan Peminat Terbanyak
Dia mengaku, pihaknya sudah melakukan percobaan menyodorkan materi wakaf kepada kalangan anak muda di kampus. Responsnya sangat baik bahkan anak muda dinilai bisa menjadi penggerak lembaga keuangan syariah seperti BWI.
Dikatakan, BWI memiliki program ‘wakaf goes to campus’. Program itu adalah kegiatan sosialisasi berkala kepada mahasiswa di beberapa kampus di Indonesia dan hasil dari program tersebut sangat memuaskan. “Ternyata mereka lebih paham. Dan berwakaf itu mudah. Untuk itu kita dorong untuk dibiasakan, pembiasaan setiap Jumat minimal berwakaf lima ribu atau 10 ribu rupiah,” tuturnya.
Nuh tidak menafikan, wakaf bisa menjadi mata kuliah tersendiri di perguruan tinggi sebab sudah memenuhi syarat. Misalnya di Indonesia ada banyak lembaga keuangan syariah yang sangat banyak, akademisi ekonomi syariah, dan juga praktisi ekonomi syariah.
(mpw)
Lihat Juga :