Perketat Prokes, SDN 3 Palmerah Jakbar Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Rabu, 07 April 2021 - 11:59 WIB
loading...
Simulasi pembukaan sekolah tatap muka di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4). Foto/Fahreza Rizky
A
A
A
JAKARTA - Terkait dimulainya kebijakan pembelajaran tatap muka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hari ini, Rabu (7/4). Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto memantau langsung pembukaan sekolah yang ada di Jakarta Barat.
"Hari ini alhamdulillah di Jakarta Barat sesuai dengan apa yang jadi kebijakan seluruh DKI mulai hari ini," kata Uus di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Gelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka, SDN 03 Palmerah Perketat Prokes
Uus mengatakan, pembelajaran tatap muka di Jakarta Barat dilakukan di 13 sekolah. Di mana, di wilayah satu Jakarta Barat terdapat enam sekolah, sedangkan di wilayah dua ada tujuh sekolah. "Mencangkup tatanan tingkat SD, SMP dan SLTA," kata Uus.
Uus menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam program pembelajaran tatap muka ini. Antara lain assesment protokol kesehatan dari mulai sarana prasarana di pintu keluar dan masuk sekolah, pengecekan suhu badan dan ruang isolasi. Selain itu seluruh tenaga pendidik juga harus steril dan sudah divaksin.
"Sehingga penanganan kesehatan jadi prioritas termasuk prokes mulai jarak belajar dan makan diatur di sini engga ada kantin dan tempat jajan semua dibawa dari rumah. Pada waktu tertentu juga diberi waktu untuk makan," kata dia.
Baca juga: Uji Coba Belajar Tatap Muka, Disdik DKI dan Puskesmas Monitor Kesehatan Siswa
"Hari ini alhamdulillah di Jakarta Barat sesuai dengan apa yang jadi kebijakan seluruh DKI mulai hari ini," kata Uus di SDN 03 Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/4/2021).
Baca juga: Gelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka, SDN 03 Palmerah Perketat Prokes
Uus mengatakan, pembelajaran tatap muka di Jakarta Barat dilakukan di 13 sekolah. Di mana, di wilayah satu Jakarta Barat terdapat enam sekolah, sedangkan di wilayah dua ada tujuh sekolah. "Mencangkup tatanan tingkat SD, SMP dan SLTA," kata Uus.
Uus menjelaskan, ada beberapa tahapan dalam program pembelajaran tatap muka ini. Antara lain assesment protokol kesehatan dari mulai sarana prasarana di pintu keluar dan masuk sekolah, pengecekan suhu badan dan ruang isolasi. Selain itu seluruh tenaga pendidik juga harus steril dan sudah divaksin.
"Sehingga penanganan kesehatan jadi prioritas termasuk prokes mulai jarak belajar dan makan diatur di sini engga ada kantin dan tempat jajan semua dibawa dari rumah. Pada waktu tertentu juga diberi waktu untuk makan," kata dia.
Baca juga: Uji Coba Belajar Tatap Muka, Disdik DKI dan Puskesmas Monitor Kesehatan Siswa
Lihat Juga :