Berbasis IoT, Mahasiswa ITS Gagas Eco Aerator untuk Bantu Petani Tambak
Jum'at, 09 April 2021 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswi yang kerap disapa Nafi’ ini mengatakan, tidak seperti aerator konvensional yang menggunakan diesel, Eco Aerator menggunakan energi terbarukan berupa tenaga surya. Selain itu, alat ini juga dilengkapi dengan kincir yang membuat hasil tambak mendapat pasokan oksigen dengan baik.
Baca juga: Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka, Ini Pesan Putra Nababan kepada Siswa dan Guru
Mahasiswa magister ini menambahkan, ide tercetus dari permasalahan para petani tambak. Permasalahan tersebut seperti biaya operasional yang tergolong tinggi namun tidak didukung dengan hasil panen yang ada. “Hasil panen yang diperoleh tidak terlalu signifikan atau memiliki produktivitas yang rendah,” ungkapnya.
Nafi’ menyebutkan, karya tersebut memiliki harga yang terjangkau dengan penghematan operasional yang tinggi. Hal inilah yang membuat para petani tambak di Indonesia perlu untuk memiliki alat tersebut.
Selaras dengan hal tersebut, saat ini pemerintah Indonesia ternyata juga ingin meningkatkan produktivitas dari petani tambak. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi impor dari negara lain. “Hal ini tentu saja membuat target pasar dari alat ini juga menjadi semakin besar,” katanya.
Baca juga: Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka, Ini Pesan Putra Nababan kepada Siswa dan Guru
Mahasiswa magister ini menambahkan, ide tercetus dari permasalahan para petani tambak. Permasalahan tersebut seperti biaya operasional yang tergolong tinggi namun tidak didukung dengan hasil panen yang ada. “Hasil panen yang diperoleh tidak terlalu signifikan atau memiliki produktivitas yang rendah,” ungkapnya.
Nafi’ menyebutkan, karya tersebut memiliki harga yang terjangkau dengan penghematan operasional yang tinggi. Hal inilah yang membuat para petani tambak di Indonesia perlu untuk memiliki alat tersebut.
Selaras dengan hal tersebut, saat ini pemerintah Indonesia ternyata juga ingin meningkatkan produktivitas dari petani tambak. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi impor dari negara lain. “Hal ini tentu saja membuat target pasar dari alat ini juga menjadi semakin besar,” katanya.
Lihat Juga :