Keren, Dosen Muda UNAIR Raih Juara 1 Konferensi Internasional
Kamis, 15 April 2021 - 07:19 WIB
loading...
Dosen FKG UNAIR Dr. Alexander Patera Nugraha, drg., M.Imun. Foto/UNAIR
A
A
A
JAKARTA - Dr. Alexander Patera Nugraha, drg., M.Imun kembali menunjukkan kualitas tenaga pendidik Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR). Dosen muda FKG UNAIR tersebut berhasil meraih 1st Winner Poster Presentation Young Investigator Award 2021.
Dalam The 18th International Virtual Conference of Asia Pacific Association of Surgical Tissue Bank (APASTB) ini, Dr. Sandro, sapaan akrabnya, mengangkat judul penelitian Gingival Medicinal Signaling Cells Secretome Effect in Lipopolysaccharide-Induced Bone Resorption Murine Model berhasil meraih atensi besar dari 3 juri asal Indonesia, Jepang, dan Belanda.
Baca juga: Pertukaran 1.000 Mahasiswa, Kemendikbud Gandeng Universitas di AS dan Kanada
Melalui judul tersebut, Dr. Sandro berusaha mengeksplorasi pemanfaatan sisa produksi dari metabolik sel punca mesenkimal pada gingiva atau gusi. Hasilnya, Dr. Sandro menemukan sisa produksi sel punca yang dikultur ternyata mampu mengeluarkan senyawa baik yang dapat dimanfaatkan sebagai obat terapi.
“Penelitian ini menjadi lanjutan dari hasil disertasi saya yang awalnya hanya berfokus pada sel punca gingiva. Jadi daripada dibuang dan berhenti di penelitian dasar, eksplorasi saya lakukan pada sisa metabolik sel punca dan akhirnya menemukan potensi tersebut,” jelasnya seperti dikutip dari laman Unair di unair.ac.id, Rabu (14/4).
Ditanya perihal motivasi keikutsertannya, peneliti di Penelitian Riset Nasional (PRN) Pengembangan Implan Gigi Berporus FKG UNAIR tersebut bercerita ia awalnya hanya ingin mengisi waktu luang.
Dalam The 18th International Virtual Conference of Asia Pacific Association of Surgical Tissue Bank (APASTB) ini, Dr. Sandro, sapaan akrabnya, mengangkat judul penelitian Gingival Medicinal Signaling Cells Secretome Effect in Lipopolysaccharide-Induced Bone Resorption Murine Model berhasil meraih atensi besar dari 3 juri asal Indonesia, Jepang, dan Belanda.
Baca juga: Pertukaran 1.000 Mahasiswa, Kemendikbud Gandeng Universitas di AS dan Kanada
Melalui judul tersebut, Dr. Sandro berusaha mengeksplorasi pemanfaatan sisa produksi dari metabolik sel punca mesenkimal pada gingiva atau gusi. Hasilnya, Dr. Sandro menemukan sisa produksi sel punca yang dikultur ternyata mampu mengeluarkan senyawa baik yang dapat dimanfaatkan sebagai obat terapi.
“Penelitian ini menjadi lanjutan dari hasil disertasi saya yang awalnya hanya berfokus pada sel punca gingiva. Jadi daripada dibuang dan berhenti di penelitian dasar, eksplorasi saya lakukan pada sisa metabolik sel punca dan akhirnya menemukan potensi tersebut,” jelasnya seperti dikutip dari laman Unair di unair.ac.id, Rabu (14/4).
Ditanya perihal motivasi keikutsertannya, peneliti di Penelitian Riset Nasional (PRN) Pengembangan Implan Gigi Berporus FKG UNAIR tersebut bercerita ia awalnya hanya ingin mengisi waktu luang.
Lihat Juga :