Keren, Dosen Muda UNAIR Raih Juara 1 Konferensi Internasional
Kamis, 15 April 2021 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dikonversi 20 SKS, 20 Ribu Mahasiswa Siap Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka
“Tapi di samping itu, kewajiban dosen dan peneliti memang menyebarkan ilmu pengetahuan. Dan saya pikir konferensi internasional kemarin menjadi ajang berharga untuk menyebarkan kajian kedokteran gigi yang belum banyak digarap,” kata peraih 210 top peneliti Google Scholars UNAIR 2020 itu.
Persiapan menuju konferensi itupun bukannya tanpa tantangan. Memulai penelitian awal di kala pandemi, Dr. Sandro sempat mengalami stuck akibat kebijakan pembatasan sosial bagi seluruh civitas akademika UNAIR.
“Banyak laboratorium yang harus antre, logistik penelitian terhambat, sampai akses bergerak yang susah. Syukurlah akhirnya bisa menyelesaikan penelitian di Pusat Pengembangan dan Penelitian Stem Cell UNAIR di Kampus C,” kata dosen muda peraih Wisudawan Terbaik S3 FK UNAIR periode Maret 2021 itu.
Selain itu, Dr. Sandro juga sempat mengalami kesulitan karena harus beradaptasi dengan teknologi bagi konferensi yang digelar secara daring. Tidak ingin ambil pusing, Dr. Sandro akhirnya memanfaatkan semaksimal mungkin fitur-fitur di power point dan Zoom untuk presentasi posternya yang dibatasi 2-3 menit saja.
Perjuangan Dr. Sandro itupun terbayar tuntas dengan predikat juara pertama mengalahkan peserta nasional maupun internasional lain dari Eropa, Malaysia, Singapura, Papua Nugini, hingga Timor Leste.
“Tapi di samping itu, kewajiban dosen dan peneliti memang menyebarkan ilmu pengetahuan. Dan saya pikir konferensi internasional kemarin menjadi ajang berharga untuk menyebarkan kajian kedokteran gigi yang belum banyak digarap,” kata peraih 210 top peneliti Google Scholars UNAIR 2020 itu.
Persiapan menuju konferensi itupun bukannya tanpa tantangan. Memulai penelitian awal di kala pandemi, Dr. Sandro sempat mengalami stuck akibat kebijakan pembatasan sosial bagi seluruh civitas akademika UNAIR.
“Banyak laboratorium yang harus antre, logistik penelitian terhambat, sampai akses bergerak yang susah. Syukurlah akhirnya bisa menyelesaikan penelitian di Pusat Pengembangan dan Penelitian Stem Cell UNAIR di Kampus C,” kata dosen muda peraih Wisudawan Terbaik S3 FK UNAIR periode Maret 2021 itu.
Selain itu, Dr. Sandro juga sempat mengalami kesulitan karena harus beradaptasi dengan teknologi bagi konferensi yang digelar secara daring. Tidak ingin ambil pusing, Dr. Sandro akhirnya memanfaatkan semaksimal mungkin fitur-fitur di power point dan Zoom untuk presentasi posternya yang dibatasi 2-3 menit saja.
Perjuangan Dr. Sandro itupun terbayar tuntas dengan predikat juara pertama mengalahkan peserta nasional maupun internasional lain dari Eropa, Malaysia, Singapura, Papua Nugini, hingga Timor Leste.
Lihat Juga :