Ornamen Header
Fakultas Kedokteran UIN Jakarta Ambil Sumpah 12 Dokter Baru
Fakultas Kedokteran UIN Jakarta Ambil Sumpah 12 Dokter Baru
Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta mengambil sumpah 12 dokter baru lulusan Program Studi Pendidikan Dokter. Foto/Dok/Humas UIN Jakarta
JAKARTA - Fakultas Kedokteran (FK) UIN Jakarta mengambil sumpah kepada sedikitnya 12 dokter baru lulusan Program Studi Pendidikan Dokter. Pengambilan sumpah dilakukan oleh Dekan FK Hari Hendarto pada acara Sumpah Dokter ke-36 yang digelar secara virtual, Kamis (15/4/2020).

Turut hadir Rektor UIN Jakarta Amany Lubis , Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur, Direktur Utama RS Haji UIN Jakarta Andi Wahyuningsih Attas, Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta Azhar Jaya, para wakil dekan, kepala prodi pendidikan dokter, kepala prodi pendidikan profesi dokter, serta para orang tua masing-masing lulusan.

Baca juga: UNDIP Buka Jalur Mandiri untuk 5.089 Mahasiswa, Cek Jadwalnya

Selain itu hadir pula beberapa pejabat dari rumah sakit pendidikan jejaring FK, seperti Wakil Direktur RS Paru Bogor Alvin Kosasih, Wakil Direktur RSUD Kota Bekasi Ellyna Niken Prastiwi, Direktur Utama RSUP Sitanala Tangerang Afrizal Hasan, serta perwakilan dari RS Bhayangkara Tk 1 Soekanto Polri Kramat Jadi, Jakarta Timur, RSUD Kota Tangerang Selatan, Ikatan Dokter Indonesia Tangerang Selatan, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Pengambilan sumpah dokter diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Syahriani Sukri, dokter penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi Kementerian Agama. Pada Ujian Tulis Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD) yang digelar secara nasional pada Februari lalu, Syahriani Sukri meraih peringkat keempat dari total 4.406 peserta.



Setelah pengambilan sumpah dokter, Dekan FK Hari Hendarto dalam kesempatan itu langsung menyerahkan SK Kelulusan secara simbolis kepada para dokter baru. Hari pun berpesan agar para dokter yang baru diambil sumpah kelak dapat berprofesi sebagai dokter sesuai Kode Etik Dokter Indonesia.

Baca juga: UIN Jakarta Berikan Beasiswa ke Mahasiswa Terdampak Covid-19

Rektor Amany Lubis dalam sambutannya menyatakan, dokter lulusan UIN Jakarta merupakan dokter muslim. Jadi, kapan pun dan di mana pun harus berpegang teguh pada karakter dan akhlaqul karimah.

Amany menambahkan, dokter muda yang dilantik sudah dilatih menjadi dokter muslim yang siap melayani jamaah haji dan umrah. Hal ini berkaitan dengan adanya RS Haji Pondok Gede yang kini telah menjadi aset UIN Jakarta dan menjadi rumah sakit pendidikan FK.

“Saya berterima kasih atas wawasan ilmu yang telah diterima oleh para dokter lulusan UIN Jakarta, termasuk dalam pengabdian, rasa percaya diri, dan tanggung jawab terhadap profesinya. Semua itu tentu telah diajarkan oleh para senior maupun dosen saat belajar di fakultas dan rumah sakit,” katanya seperti dilansir dari laman resmi UIN Jakarta, Jumat (16/4/2021).



Baca juga: Tim Spektronics ITS Pertahankan Juara Chem-E-Car Internasional

Sementara Dirut RSUP Fatmawati, Azhar Jaya mengatakan, dokter muslim lulusan FK UIN Jakarta harus dapat menjalankan profesinya dengan mulia dan penuh pengabdian kepada Alllah SWT dan masyarakat. Ia juga berpesan agar para dokter baru meniatkan diri sebagai ibadah agar mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat.

“Semoga kesuksesan selalu menyertai kalian serta dapat menjadi dokter muslim yang beretika dan bermoral sesuai nilai serta ajaran Islam dalam menjalankan profesinya,” katanya.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!