Gandeng 5 Bupati, IPB University Kembangkan Data Desa Presisi
Senin, 19 April 2021 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
“Ini salah satu inovasi IPB University yang dapat menjadi solusi dalam memecahkan masalah di masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak pemerintah daerah dan perguruan tinggi di daerah untuk mengembangkan data desa presisi,” tambah Prof Arif Satria.
Baca juga: Dikonversi 20 SKS, 20 Ribu Mahasiswa Siap Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran data desa presisi ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan terutama pembangunan pertanian. Pasalnya, pembangunan pertanian saat ini memerlukan data akurat sehingga diperlukan inovasi seperti data desa presisi. Dengan demikian pembangunan yang akurat dapat terwujud dengan data yang akurat juga.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Ernan Rustiadi mengatakan data presisi merupakan hasil dari salah satu penelitian yang dilakukan oleh IPB University. Ia mengatakan, data desa presisi ini dapat diintegrasikan dengan program kuliah kerja nyata tematik (KKNT).
“Sejak tahun lalu atau sejak kehadiran pandemi COVID-19, pelaksanaan KKNT dilakukan secara domisili di wilayah tempat tinggal mahasiswa masing-masing. Kami siap akan membantu pelaksanaan KKNT dengan mengintegrasikan data desa presisi di dalamnya,” ujar Dr Ernan.
Baca juga: Dikonversi 20 SKS, 20 Ribu Mahasiswa Siap Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Lebih lanjut ia mengatakan, kehadiran data desa presisi ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan terutama pembangunan pertanian. Pasalnya, pembangunan pertanian saat ini memerlukan data akurat sehingga diperlukan inovasi seperti data desa presisi. Dengan demikian pembangunan yang akurat dapat terwujud dengan data yang akurat juga.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Ernan Rustiadi mengatakan data presisi merupakan hasil dari salah satu penelitian yang dilakukan oleh IPB University. Ia mengatakan, data desa presisi ini dapat diintegrasikan dengan program kuliah kerja nyata tematik (KKNT).
“Sejak tahun lalu atau sejak kehadiran pandemi COVID-19, pelaksanaan KKNT dilakukan secara domisili di wilayah tempat tinggal mahasiswa masing-masing. Kami siap akan membantu pelaksanaan KKNT dengan mengintegrasikan data desa presisi di dalamnya,” ujar Dr Ernan.
Lihat Juga :