Mayoritas Dosen-Mahasiswa UI Pilih Blended Learning untuk Perkuliahan
Senin, 19 April 2021 - 20:27 WIB
loading...
Universitas Indonesia (UI). Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) melakukan survey tentang kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka di lingkungan UI. Hasilnya dosen dan mahasiswa UI lebih memilih pembelajaran bauran (blended-learning) di semester depan.
Responden survei tersebut terdiri dari 18.923 mahasiswa dan 1.610 dosen dari 14 Fakultas, Sekolah Ilmu Lingkungan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, dan Program Pendidikan Vokasi.
Baca juga: Ingin Daftar Sekolah Kedinasan, 8 Instansi Ini Masih Buka hingga 30 April
Berdasarkan data hasil survei terhadap total 20.533 responden tersebut per 15 April 2021, mayoritas mahasiswa dan dosen UI memilih metode blended-learning untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh.
Secara rinci, hasil survei menunjukkan bahwa 9.083 (48%) mahasiswa memilih KBM Bauran dan 5.298 (28%) mahasiswa memilih KBM daring penuh, sedangkan pembelajaran tatap muka penuh menjadi opsi yang paling sedikit dipilih, yaitu hanya 4.542 (24%) mahasiswa.
Dari survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden (61%) memilih blended-learning, kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden (30%), sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya (9%).
Baca juga: Catat, Hasil UTBK-SBMPTN 2021 akan Diumumkan Serentak pada 14 Juni
Para sivitas akademika UI yang menjadi responden tersebut berharap agar persiapan sudah dilakukan dengan memperhatikan aspek penegakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, melakukan vaksinasi terhadap dosen, vaksinasi tenaga kependidikan, dan vaksinasi mahasiswa, yang dilaksanakan secara berkala.
Selain itu, para responden juga berharap agar kuliah tatap muka hanya dilakukan pada mata kuliah yang sangat memerlukan interaksi langsung, seperti kuliah lapangan dan praktikum.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menegaskan pihaknya akan mempersiapkan kebijakan sebaik mungkin seandainya nanti UI menerapkan pembelajaran bauran pada semester mendatang, kecuali untuk kegiatan yang sangat memerlukan interaksi langsung.
Baca juga: Mau Daftar Beasiswa ADik dari Kemendikbud, Simak Informasi Lengkapnya
“Perlu ada rencana yang matang terkait penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta mekanisme pengawasan aktivitas dosen dan mahasiswa,” katanya melalui siaran pers, Senin (19/4).
Persiapan itu termasuk vaksinasi terhadap dosen dan tendik yang saat ini sedang berlangsung, serta vaksinasi untuk mahasiswa yang direncanakan berikutnya.
Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 80% dosen dan 17% mahasiswa UI telah divaksinasi. “Prinsipnya, kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika selama berkegiatan di kampus,” pungkasnya.
Responden survei tersebut terdiri dari 18.923 mahasiswa dan 1.610 dosen dari 14 Fakultas, Sekolah Ilmu Lingkungan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global, dan Program Pendidikan Vokasi.
Baca juga: Ingin Daftar Sekolah Kedinasan, 8 Instansi Ini Masih Buka hingga 30 April
Berdasarkan data hasil survei terhadap total 20.533 responden tersebut per 15 April 2021, mayoritas mahasiswa dan dosen UI memilih metode blended-learning untuk diterapkan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022, dibandingkan metode pembelajaran yang tatap muka penuh maupun pembelajaran daring penuh.
Secara rinci, hasil survei menunjukkan bahwa 9.083 (48%) mahasiswa memilih KBM Bauran dan 5.298 (28%) mahasiswa memilih KBM daring penuh, sedangkan pembelajaran tatap muka penuh menjadi opsi yang paling sedikit dipilih, yaitu hanya 4.542 (24%) mahasiswa.
Dari survei terhadap para dosen UI, dari 1.610 responden yang mengisi, 982 responden (61%) memilih blended-learning, kemudian pembelajaran daring penuh sebanyak 483 responden (30%), sedangkan pembelajaran tatap muka penuh hanya dipilih oleh sisanya (9%).
Baca juga: Catat, Hasil UTBK-SBMPTN 2021 akan Diumumkan Serentak pada 14 Juni
Para sivitas akademika UI yang menjadi responden tersebut berharap agar persiapan sudah dilakukan dengan memperhatikan aspek penegakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, melakukan vaksinasi terhadap dosen, vaksinasi tenaga kependidikan, dan vaksinasi mahasiswa, yang dilaksanakan secara berkala.
Selain itu, para responden juga berharap agar kuliah tatap muka hanya dilakukan pada mata kuliah yang sangat memerlukan interaksi langsung, seperti kuliah lapangan dan praktikum.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, menegaskan pihaknya akan mempersiapkan kebijakan sebaik mungkin seandainya nanti UI menerapkan pembelajaran bauran pada semester mendatang, kecuali untuk kegiatan yang sangat memerlukan interaksi langsung.
Baca juga: Mau Daftar Beasiswa ADik dari Kemendikbud, Simak Informasi Lengkapnya
“Perlu ada rencana yang matang terkait penyusunan jadwal perkuliahan, pengaturan kapasitas ruang kelas, laboratorium, dan asrama, serta mekanisme pengawasan aktivitas dosen dan mahasiswa,” katanya melalui siaran pers, Senin (19/4).
Persiapan itu termasuk vaksinasi terhadap dosen dan tendik yang saat ini sedang berlangsung, serta vaksinasi untuk mahasiswa yang direncanakan berikutnya.
Dari survei tersebut juga diketahui bahwa 80% dosen dan 17% mahasiswa UI telah divaksinasi. “Prinsipnya, kami ingin menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh sivitas akademika selama berkegiatan di kampus,” pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :